Korban Perang Timur Tengah Meningkat Drastis: 1.270 Tewas di Iran, 486 di Lebanon!

Editor: Nur Nadiah Islamiyah
Rabu, 11 Maret 2026 | 14:13 WIB
Korban Perang Timur Tengah Meningkat Drastis: 1.270 Tewas di Iran, 486 di Lebanon!
Korban Perang Timur Tengah Meningkat Drastis: 1.270 Tewas di Iran, 486 di Lebanon! (Astakom / Ilustrasi Perang Iran Freepik)

astakom.com, Jakarta - Peningkatan ketegangan konflik bersenjata yang dipicu oleh serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran sejak 28 Februari lalu telah mengakibatkan ribuan orang kehilangan nyawa di sejumlah negara Timur Tengah.

Laporan resmi dari The Telegraph mencatat peningkatan signifikan jumlah korban jiwa, baik dari pihak sipil maupun militer, berikut jumlah korban jiwa akibat perang di beberapa negara.

Korban Jiwa Iran dan Lebanon

"Pemerintah Iran mencatat jumlah fatalitas tertinggi dengan sedikitnya 1.270 orang tewas. Angka ini termasuk 40 warga yang gugur akibat serangan udara Israel di kawasan pemukiman Teheran pada Senin kemarin,” demikian laporan korban, melansir dari Anadolu, Rabu (11/3/2026).

"Pihak militer Iran juga melaporkan kehilangan 104 personel setelah kapal perang mereka ditenggelamkan oleh kapal selam AS di lepas pantai Sri Lanka pekan lalu,” demikian laporan tersebut.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan total minimal 486 jiwa meninggal akibat serangkaian serangan udara oleh Israel.

Dampak di Irak dan Israel

Di Irak, pihak kesehatan mengonfirmasi 15 orang meninggal, termasuk seorang pemimpin kelompok bersenjata yang terbunuh dalam serangan udara pada (5/3/2026).

Melansir dari The Telegraph pada Rabu, (11/3/2026) Seorang pemimpin dari Perlawanan Islam di Irak, sebuah aliansi faksi bersenjata yang didukung Iran, meninggal dalam serangan udara yang mengenai kendaraannya melansir dari sumber kepolisian kepada Reuters.

Militer Israel mengklarifikasi kalau dua tentara tewas dalam pertempuran di Lebanon Selatan, yang menjadi korban militer pertama sejak pertikaian dengan Hezbollah kembali terjadi.

Selain itu, 11 warga sipil Israel dilaporkan meninggal beserta 9 orang lainnya, sebagian besar disebabkan oleh serangan rudal  Iran di Beit Shemesh sekitar Yerusalem.

Kondisi di Amerika Serikat dan Suriah
Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) mengeluarkan informasi terkait pengaruh serangan balasan Iran terhadap pasukan mereka. Sekitar 140 anggota tentara AS terluka dalam sepuluh hari terakhir, sebagian besar mengalami cedera ringan, tetapi delapan anggota dilaporkan mengalami luka serius.

"Sebagian besar cedera ini ringan, dan 108 anggota militer telah kembali bertugas," kata juru bicara Pentagon Sean Parnell dalam pernyataan melalui email. Delapan anggota militer AS saat ini "mengalami cedera parah," ucap Parnell dikutip oleh astakom pada Rabu, (11/3/2026).

Sementara itu, tujuh prajurit AS telah dikonfirmasi meninggal dalam kejadian di Kuwait dan Arab Saudi

Ketegangan tersebut udah menyebar ke negara negara yang memiliki pangkalan militer AS, menyebabkan jatuhnya korban sipil dan kerusakan infrastruktur.

Selain itu, di Suriah, dinyatakan 4 orang meninggal setelah sebuah rudal Iran melanda sebuah gedung di kota Sweida, Suriah selatan, pada (28/3/2026), menurut laporan dari kantor berita negara SANA

Ketegangan Berlanjut di UEA, Arab Saudi, Bahrain, Oman, Kuwait
Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan 6 korban jiwa akibat serangan Iran, sedangkan di Kuwait, enam orang juga tewas, terdiri dari dua warga sipil (termasuk seorang anak), dua anggota polisi, dan dua tentara saat bertugas.

Di Arab Saudi, dua orang asing kehilangan nyawa setelah proyektif menghantam sebuah pemukiman di Al-Kharj, tenggara ibu kota Riyadh.

Sementara itu, di Bahrain, 2 individu tewas akibat dua serangan terpisah yang dilakukan oleh Iran, dengan serangan terbaru mengenai sebuah gedung tempat tinggal di ibu kota Manama, berdasarkan laporan dari Kementerian Dalam Negeri

Gak hanya itu, di Oman, 1 orang meninggal dunia setelah sebuah kapal tanker berbendera Kepulauan Marshall terkena proyektil di lepas pantai Muscat.

Berdasarkan laporan dari Kementerian Kesehatan Kuwait, 2 orang salah satunya seorang anak, meninggal atas serangan Iran di negara tersebut. 2 petugas Kementerian Dalam Negeri dan 2 tentara lainnya turut meninggal saat menjalankan tugas.

Sampai saat ini, pertempuran masih aktif di berbagai front, sementara harga energi global terus berfluktuasi dengan tajam seiring belum adanya indikasi deeskalasi di wilayah tersebut.

 Gen Z Takeaway
​The regional butterfly effect is real and it’s terrifying!  Bayangin, dari satu serangan di 28 Februari, sekarang ribuan nyawa di hampir 10 negara melayang. Angka 1.270 tewas di Iran dan hampir 500 di Lebanon itu bukan angka kecil, it's a massive humanitarian disaster. Perang ini udah nggak cuma soal politik, tapi soal anak-anak di Kuwait dan warga sipil di Teheran yang jadi korban. Energy prices are spiking, and the vibe is just pure chaos.

Berita Timur Tengah Terbaru. iran Ketegangan Timur Tengah 2026 Update Konflik Timur Tengah 2026.

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB