Jelang Idulfitri 2026, Prabowo Pastikan Harga Kebutuhan Pokok Stabil
astakom.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas atau ratas dengan sejumlah menteri guna memastikan harga pangan, distribusi, juga ketersediaannya aman menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriyah.
Langkah itu dilakukan buat memastikan masyarakat bisa merayakan lebaran dengan aman dan nyaman. Maka dari itu, Presiden menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam menjaga ketersediaan dan harga pangan.
"Presiden menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk menjaga ketersediaan pangan, mengendalikan harga kebutuhan pokok, serta memastikan distribusi berjalan lancar hingga ke berbagai daerah," kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya di laman resmi Setneg, dikutip pada Rabu (11/3/2026).Kesiapan infrastruktur dan layanan publik
Kesiapan di sektor energi, transportasi serta dukungan BUMN, jadi concern pemerintah dalam menghadapi lonjakan kebutuhan masyarakat menjelang lebaran.Selain itu, dalam rapat terbatas membahas soal kesiapan infrastruktur dan layanan publik menjelang hari besar keagamaan.
Koordinasi persiapan lebaran
"Rapat tersebut membahas stabilitas pasokan dan harga bahan pokok, kelancaran distribusi logistik, serta kesiapan infrastruktur dan layanan publik," tambahnya.Lewat koordinasi tersebut pemerintah memastikan berbagai kebutuhan masyarakat bisa terprovide dengan baik. Sehingga masyarakat bisa merayakan hari raya Idulfitri dengan khusyuk.
Menteri yang ikut serta dalam ratas
Rapat terbatas yang membahas kesiapan pemerintah menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H itu dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia.Selanjutnya, turut hadir juga Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.










