Siaga Mudik Lebaran 2026: Operasi Gabungan akan Tindak Kendaraan Pemudik yang Overload!
astakom.com, Jakarta- Pemerintah melalui Kementerian/ lembaga terkait terus mematangkan kesiapan pengamanan dan penertiban dalam rangka mudik Idul fitri 1447 H/ Maret 2026.
Kesiapan pemerintah dalam pelaksaan mudik tahun ini tergambar pada program Operasi Ketupat 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 13–25 Maret.
Polda Metro Jaya menyatakan telah menyiagakan sekitar 6.802 personel gabungan untuk mengawal pergerakan warga.Diketahui, sesuai arahan Presiden Prabowo, agar dalam melaksanakan operasi ketupat 2026 ini, fokus utamanya harus pada kelancaran arus di titik-titik krusial keluar atau jalur penguhubng Jakarta dengan wilayah tujuan para pemudik.
"Kami fokus pada pengamanan di 101 pos pelayanan serta pemberlakuan pembatasan truk sumbu tiga guna menjamin kenyamanan pengguna jalan," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin, Senin (09/3/2026).
Kemenhub: Fasilitas pendukung mudik siap 95%
Sejalan dengan itu, Juru bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati dalam Laporan Kesiapan Mudik Nasional & Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa infrastruktur pendukung kini telah mencapai kesiapan 95%.Otoritas Pemerintah pada transportasi dan perhubungan berharap angka kecelakaan dapat ditekan seminimal mungkin melalui manajemen lalu lintas yang adaptif.
"Kolaborasi lintas sektoral diperkuat untuk memastikan terminal, pelabuhan, hingga bandara mampu menampung lonjakan penumpang yang diprediksi memuncak pada 16–18 Maret mendatang" ujarnya dikutip redaksi astakom.com, hari ini Senin (09/3/2026).
Pengawasan pada kapasitas angkutan pemudik
Sementara Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Aan Suhanan juga menyampaikan kesiapan personil korps lalu lintas Polri menghadapi arus mudik pertengahan Maret 2026."Strategi tahun ini mengedepankan pendekatan humanis tanpa tilang manual, namun tetap ketat dalam pengawasan kelaikan armada angkutan umum." ujar Irjen Pol. Aan Subhan dikutip redaksi astakom.com pada Senin (09/3/2026).
Senada Dir. Lantas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Komarudin menyampaiakan rencana untuk memonitoring kendaraan mudik yang kapasitasnya berlebih.
"Jika nantinya ditemukan pemudik yang membawa barang berlebihan di jalan, akan diberi tindakan oleh anggota di lapangan." ujarnya tegas!
Monitoring dan pemantauan pada kendaraan yang overload akan dilakukan oleh berbagai pos pelayanan, pos pengamanan, pos terpadu yang tergabung dalam giat Operasi Ketupat 2026. "sampai dengan pos pantau ini akan memantau seluruh aktivitas masyarakat," lanjutnya.
Pihak Korps Lalu lintas Polri juga menyampaikan himbauan kepada masyarakat, agar pemudik yang menggunakan roda dua (motor) sebagai kendaraan mudik bisa memanfaatkan sebaran pos pengamanan dan pos pelayanan untuk sekedar berhenti beristirahatsejenak. (aRsp)











