Kemenpar Gaspol Matangkan Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark 2026
astakom.com, Jakarta - Kementerian Pariwisata Republik Indonesia mendorong pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan untuk memperkuat persiapan menghadapi proses revalidasi kawasan geopark Indonesia oleh UNESCO.
Evaluasi ini menjadi tahap penting untuk memastikan kawasan geopark di Indonesia tetap memenuhi standar pengelolaan global sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geoparks.
Proses revalidasi tersebut dilakukan secara berkala oleh UNESCO untuk menilai konsistensi pengelolaan kawasan geopark, mulai dari aspek konservasi, edukasi, hingga pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan.
Geopark sejalan dengan arah pariwisata berkelanjutan
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa pengembangan geopark merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat pariwisata berkelanjutan di Indonesia.
“Karena itu, pengembangan geopark sangat sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pariwisata dalam membangun destinasi yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdaya saing global,” ujar Widiyanti dikutip pada media pada Senin, (9/3/2026).
Ia juga mendorong pemerintah daerah serta para pemangku kepentingan terkait untuk mempersiapkan proses revalidasi UNESCO Global Geopark (UGGp) dan validasi kawasan yang sedang mengajukan status Aspirant UGGp 2026 secara optimal.
Selaras dengan arah pembangunan nasional
Upaya tersebut sejalan dengan kebijakan pembangunan nasional yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, yang menekankan pentingnya pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
Dalam konteks tersebut, geopark dinilai memiliki peran strategis karena menggabungkan perlindungan warisan geologi, pengembangan ilmu pengetahuan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan pariwisata yang bertanggung jawab.
Menurut Widiyanti, status geopark dari UNESCO tidak sekadar menjadi simbol pengakuan internasional, tetapi juga menunjukkan komitmen Indonesia dalam mengelola kekayaan alam, budaya, dan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.
Target 17 UNESCO global geopark pada 2029
Pemerintah juga menempatkan geopark sebagai salah satu elemen penting dalam pengembangan atraksi wisata nasional. Melalui strategi tersebut, geopark diharapkan mampu memperkaya ragam destinasi wisata sekaligus memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global.
“Geopark menjadi salah satu pilar penting dalam diversifikasi atraksi pariwisata. Bappenas bahkan menargetkan Indonesia memiliki 17 UNESCO Global Geopark pada 2029, dan sektor pariwisata akan menjadi motor penggerak pemanfaatannya,” paparnya.
Target yang ditetapkan oleh Kementerian PPN/Bappenas tersebut menjadi bagian dari strategi jangka menengah pemerintah untuk memperkuat pengembangan wilayah berbasis konservasi sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan geopark.











