Tanggapi Isu BoP, Kemlu: RI Tetap Fokus Stabilisasi dan Bangun Kembali Palestina!

Editor: Nur Nadiah Islamiyah
Jumat, 6 Maret 2026 | 18:54 WIB
Tanggapi Isu BoP, Kemlu: RI Tetap Fokus Stabilisasi dan Bangun Kembali Palestina!
Tanggapi Isu BoP, Kemlu: RI Tetap Fokus Stabilisasi dan Bangun Kembali Palestina! (Astakom / Yvonne Mewengkang Gemini Ai)

astakom.com, Jakarta - Kementerian Luar Negeri Indonesia memberikan tanggapan terkait tuntutan sejumlah organisasi masyarakat agar Indonesia keluar dari Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) setelah serangan bersama Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Juru bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menyatakan bahwa partisipasi Indonesia dalam Dewan Perdamaian dan organisasi internasional lainnya didasarkan pada konstitusi dan kepentingan nasional.

Kemlu RI Tanggapi Isu Terkait Bop

"Terkait dengan Board of Peace, kami menyadari sepenuhnya pertanyaan masyarakat saat ini sehubungan dengan Board of Peace," ucap Yvonne pada konferensi pers di Gedung Palapa Kemlu, Jumat (6/3/2026).

Dia lalu berkata :

"Saya tekankan sekali lagi bahwa setiap keputusan mengenai keikutsertaan Indonesia dalam mekanisme internasional apapun akan didasarkan pada prinsip politik luar negeri Indonesia dan yang terpenting adalah kepentingan nasional kita." ucapnya.

Prinsip Partisipasi Indonesia dalam Organisasi Internasional

Yvonne juga menyatakan hal yang harus di highlight yaitu partisipasi Indonesia buat kontribusi sama perdamaian dan stabilitas di Palestina.

"Partisipasi kita di BOP tetap konsisten untuk mendukung stabilisasi dan rekonstruksi di Palestina," tegasnya.

Dukungan untuk Stabilitas dan Rekonstruksi Palestina
"Jadi, setiap keputusan mengenai partisipasi Indonesia akan diambil melalui pertimbangan komprehensif dari semua faktor tersebut," sambung Yvonne.

Menurut laporan, lebih dari 60 tokoh dan 70 organisasi masyarakat sipil telah menandatangani petisi yang meminta pemerintah untuk menarik partisipasi Indonesia dari BoP, dengan alasan bahwa tindakan Amerika Serikat dan Israel melanggar hukum internasional serta mengancam perdamaian dunia.

Konflik AS-Israel dan Respons Iran
AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari. Akibat serangan tersebut, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei beserta keluarganya, Panglima Korps Garda Revolusi Islam, dan Menteri Pertahanan tewas.

Pada hari yang sama, Iran melancarkan serangan balasan terhadap Israel dan aset AS di kawasan Timur Tengah. Respons Iran semakin kuat setelah Khamenei diumumkan telah wafat.

Beberapa pejabat Iran menegaskan bahwa serangan balasan mereka tidak ditujukan kepada negara-negara Arab, melainkan ke pangkalan militer AS yang berfungsi untuk menyerang negara tersebut.

Gen Z Takeaway
​Indonesia is choosing to stay in the room where it happens! Meskipun didesak buat "leave group" dari Board of Peace (BoP) gara-gara aksi AS-Israel di Iran, Kemlu RI mutusin buat tetep konsisten. Alasannya? Supaya suara kita buat bantuin Palestina tetep kedengeran dan bantuan rekonstruksi di sana nggak terhenti. Ini pilihan yang sulit antara nurutin ego politik atau tetep stay demi misi kemanusiaan yang lebih gede. Sometimes, staying and fighting for the cause is braver than walking away!

Board Of Peace BoP diplomasi indonesia palestina Diplomasi Prabowo Indonesia Buat Palestina

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB