Iran Bantah Serang Rudal ke Turki dan Azerbaijan, Trus Ulah Siapa?
astakom.com, Jakarta - Melansir dari astakom.com sebelumnya diberitakan bahwa Iran diduga telah menyerang rudal balistik nya ke Turki pada Rabu (4/3/2026) dan Azerbaijan pada Kamis (5/3/2026).
Iran membantah telah meluncurkan rudal ke daerah Turki yang menyebabkan pencegatan oleh sistem pertahanan udara Aliansi Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
Iran Bantah Serangan Rudal ke Turki
Teheran menekankan penghormatan penuh terhadap kedaulatan Ankara, Turkiye.Pernyataan itu disampaikan oleh angkatan bersenjata Iran melalui keterangan resmi yang dipublikasikan oleh media pemerintah, FARS, pada Kamis kemarin dikutip oleh astakom pada Jumat, (6/3/2026).
Pernyataan Resmi Angkatan Bersenjata Iran
"Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran menghormati kedaulatan negara tetangga yang bersahabat, Turki, dan membantah telah menembakkan rudal apa pun ke Turki," ucap Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran dalam pernyataannya, melansir Press TV, Jumat (6/3/2026).Sejalan dengan kasus tersebut, Pemerintah Iran menolak tuduhan bahwa mereka juga terlibat dalam serangan drone yang menyerang area Nakhchivan, Azerbaijan.
Investigasi Terkait Insiden di Azerbaijan
Bantahan itu disampaikan secara langsung oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, kepada Menteri Luar Negeri Azerbaijan, Jeyhun Bayramov, melalui percakapan telepon.Dalam komunikasi itu, Araghchi menekankan bahwa Iran tidak mengirimkan drone maupun proyektil ke area Azerbaijan.
Ia juga menyebutkan bahwa militer Iran saat ini sedang melakukan investigasi mengenai insiden itu
"Iran tidak menembakkan proyektil apa pun ke arah Azerbaijan. Angkatan bersenjata kami sedang melakukan investigasi dan peninjauan yang diperlukan,” kata Araghchi melansir dari Al Jazeera.
"Republik Islam Iran tidak menargetkan Republik Azerbaijan," ucap Gharibabadi pada siaran kantor berita Tasnim Iran melansir Aljazeera, Jumat (6/3/2026).
"Kami tidak menargetkan negara-negara tetangga kami," sambungnya.
Tuduhan Terhadap Israel sebagai Pelaku
Araghchi mengisyaratkan bahwa Israel mungkin bertanggung jawab, menggambarkan serangan itu dalam sebuah pernyataan di Telegram sebagai “bertujuan untuk mengalihkan opini publik dan merusak hubungan baik Iran dengan negara-negara tetangganya.”"Tindakan rezim Zionis Israel seperti ini, yang bertujuan mengganggu hubungan antara negara-negara Muslim, bukanlah hal baru,” demikian pernyataan tersebut melansir dari AFP pada Jumat, (6/3/2026).













