Hari ke-7 Eskalasi: Pengetatan Jalur Hormuz oleh Iran Mulai Berdampak Sentimen Market Amerika-Eropa

Editor: AR Purba
Jumat, 6 Maret 2026 | 21:09 WIB
Hari ke-7 Eskalasi: Pengetatan Jalur Hormuz oleh Iran Mulai Berdampak Sentimen Market Amerika-Eropa
Perlahan, dampak psikologis dan sistemik pada market atas eskalasi di Iran sudah terasa. Riak volatilitas makro ekonommi getaran mulai menyentuh bursa saham dari Wall Street hingga Asia. [Ilustrasi: astakom.com/aRsp-JJ]

astakom.com, Ekbis – Dunia keuangan global memasuki fase "waspada merah" atau peringatan serius. Setelah satu pekan penuh, imbas eskalasi militer di Timur Tengah (serangan Amerika- Israel ke Iran) market kawasan dan global mulai ancar-ancar antisipasi 'stuck money'.

Seperti diketahui, serangan udara masif yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke fasilitas strategis Iran sejak 28 Februari 2026 lalu telah memicu balasan seimbang dari Iran dengan menyerang menggunakan rudal ke instalasi militer AS dan kawasan Teluk. Eskalasi tersebut hingga hari ke-7 masih belum menunjukan tanda-tanda akan mereda.

Perlahan, dampak psikologis dan sistemik pada market atas eskalasi di Iran sudah terasa. Riak volatilitas makro ekonommi getaran mulai menyentuh bursa saham dari Wall Street hingga Asia.

Kondisi volatilitas ekonomi global tadi tampak dalam edisi uasan The Guardian (05/03/2026) dalam topik Stock market falls resume as US-Israel war with Iran drives up oil and gas prices, dikutip astakom.com hari ini Jum'at 06/03/2026)

AS & Eropa: Ketakutan akan Inflasi Jilid Dua

Bursa saham Amerika Serikat dan Eropa mengalami pekan yang sangat berat. Sentimen pasar beralih dari optimisme "AI Boom" menjadi kekhawatiran "Energy Shock". Indeks S&P 500 dan Dow Jones terus tertekan seiring melonjaknya harga minyak Brent yang sempat menyentuh $85 per barel, naik 15% hanya dalam lima hari terakhir, yang kebetulan masuk timeline eskalasi Amerika-Israel-Iran.

Wall Street: Investor mulai melepas aset berisiko (growth stocks) karena takut inflasi energi akan memaksa Federal Reserve (The Fed) menahan suku bunga tinggi lebih lama lagi.

'Merah' di bursa saham London- Dax

Masih dari ulasan The Guardian, Bursa London (FTSE 100) dan Frankfurt (DAX) ditutup memerah dengan penurunan rata-rata 1.5% - 1.6% pada perdagangan Kamis (05/03/2026) kecenderuangan sentimen negatif ini kemungkinan akan terus bertahan hingga akhir pekan perdaganag pada Jumat (07/03/2026.

Pada market sektor rill di eropa, industri pemnerbangan paling terdampak akibat eskalasi serangan Amerika- Israel ke Iran. D

Dalam ulasan lainya, Allianz Economic Research pekan ini (04/03/2026) Conflict in the Middle East - Implications for markets. Diungkapkan bahwa maskapai penerbangan seperti Wizz Air dan IAG (British Airways) menjadi korban utama akibat lonjakan biaya bahan bakar jet karena potensi menipisnya stok BBM pesawat akbibat pengetatan lintasan Selat Hormuz.

Paparan atas kondisi finacial market eropa yang terdampak eskalasi diatas tadi di amini pengamat finacial analays regional eropa Danni Hewson, "Akan makin sulit melihat resolusi cepat di Timur Tengah, dan itu memaksa pasar meninjau kembali ekspektasi suku bunga mereka." ujar Head of Financial Analysis di AJ Bell tersebut, dikutip astakom.com dari The Guardian Jumat (06/03/2026).(aRsp)

Gen Z Takeaway
Market global lagi nggak santai, bro. Konflik AS-Israel vs Iran bikin harga minyak naik dan bursa saham pada merah, investor jadi mode waspada + ngerem dulu. Banyak yang takut inflasi comeback dan suku bunga bakal lama tinggi. Intinya sekarang market lagi tegang dan full “wait and see”. 📉🌍
 

AS Serang Iran Berita ekonomi iran Konflik Timur Tengah selat hormuz stabilitas ekonomi global

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB