Kim Jong-un Tawarkan Rudal Maut ke Iran: 'Satu Saja Cukup Lenyapkan Israel!'
astakom.com, Jakarta - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un telah menyatakan bahwa negaranya siap untuk menyediakan rudal kepada Iran jika Iran memintanya.
Pemimpin negara Korea yang memiliki senjata nuklir tersebut memberikan ancaman serius untuk AS dan bersedia membantu Iran.
Kim Jong-un Tawarkan Rudal Nuklir 'One-Shot' untuk IranI
"Satu rudal saja cukup untuk melenyapkan Israel." tegasnya dikutip oleh astakom pada Kamis, (5/3/2026).Pernyataan itu muncul setelah serangan kolaboratif Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran, yang disikapi Pyongyang sebagai tindakan ilegal dan pelanggaran terhadap kedaulatan Teheran.
Berdasarkan analisis yang melansir dari The Diplomat, Kamis (5/3/2026), Korea Utara melihat peningkatan konflik ini bukan hanya sebagai contoh lain dari tekanan militer AS terhadap rezim yang antagonis, tetapi juga sebagai serangan terhadap rekan diplomatik dan militer yang telah lama menjalin hubungan.
Agresi AS di Timur Tengah Hanguskan Rencana Dialog Kim-TrumpI
Dua minggu sebelumnya, pada kongres Partai Buruh Korea di Pyongyang, Kim Jong Un menunjukkan niat untuk memulai pembicaraan dengan Presiden AS Donald Trump.Akan tetapi, agresi AS-Israel terhadap Iran sepertinya telah mengubah posisi Pyongyang sekali lagi.
Pada 1 Maret, dalam waktu kurang dari 24 jam setelah serangan dimulai, Korea Utara merilis pernyataan resmi mengenai situasi tersebut.
Pernyataan tersebut dihubungkan dengan seorang juru bicara yang tidak disebutkan namanya dari Kementerian Luar Negeri negara itu, langkah yang menurut para analis membuka peluang untuk pesan yang lebih tegas dari pimpinan jika dibutuhkan.
5 Poin Kecaman Keras Korea Utara Terhadap Serangan Israel-AS
Dalam keterangannya, Pyongyang menjelaskan beberapa poin utama:Pertama, mereka awalnya menggambarkan serangan Israel-AS terhadap Iran sebagai tindakan agresi yang tidak sah dan salah satu pelanggaran kedaulatan yang paling serius.
Kedua, mereka berargumen bahwa serangan itu bisa diprediksi berdasarkan apa yang mereka sebut sebagai perilaku dan kegiatan hegemonik Washington di wilayah tersebut.
Ketiga, Korea Utara mengecam apa yang mereka sebut sebagai penyalahgunaan kekuasaan militer dan pelanggaran hukum internasional.
Keempat, pernyataan itu menyatakan bahwa Amerika Serikat telah berkontribusi secara semakin merusak dalam setahun terakhir terhadap penurunan perdamaian dan stabilitas global.
Kelima, Pyongyang terakhir menyatakan bahwa negara-negara yang terlibat di kawasan tersebut perlu secara tepat mengenali para agresor dalam konflik dan memenuhi kewajiban mereka untuk mengembalikan perdamaian serta stabilitas di Timur Tengah.
Hubungan Iran-Korut dan Rantai Pasokan Perang Rusia
Peran langsung Korea Utara pada konflik yang menyuplai alat alat militer ke Iran bakal bawa resiko dan potensi untungnya bagi pemerintahan Kim Jong Un.Sejalan dengan analisis The Diplomat, salah satu potensi manfaatnya terletak pada efeknya atas rantai pasokan masa perang Rusia.
Iran ataupun Korea Utara udah ikut sebagai pemasok penting mengenai alat militer yang ngesupport usaha perang Rusia di Ukraina, termasuk rudal, drone dan amunisi.













