Astaghfirullah! Trump Said: Setiap yang Memimpin Iran, Tak Akan Bertahan Hidup!
astakom.com, Jakarta - Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Israel berada dalam posisi yang kokoh dalam konflik mereka melawan Iran. Trump berjanji bahwa mereka akan terus berjuang melawan republik Islam itu.
Melansir dari AFP, Kamis (5/3/2026), Trump menyatakan bahwa pengganti pemimpin Iran yang terbunuh, Ayatollah Ali Khamenei, akan segera mati dan bahwa persenjataan rudal balistik Teheran sedang dihancurkan dengan cepat.
"Kita baik-baik saja di medan perang" ucap Trump.Skor 15 dari 10: Trump Klaim Militer AS-Israel Hancurkan Rudal Iran Tanpa Sisa
Seseorang bertanya dalam skala nilai 10, di mana Anda akan menilainya?"Saya katakan sekitar 15," ucap Trump.
“Ini adalah hal luar biasa yang terjadi tepat di depan mata Anda karena selama 47 tahun kita dipermainkan dan kita seharusnya tidak melakukan hal tersebut,” ucap Trump.
"Kami membuat kemajuan luar biasa. Rudal-rudal mereka berhasil dimusnahkan... Ini merupakan unjuk kekuatan militer yang luar biasa.” Tegas Trump.
Trump Sebut Kursi Pemimpin Iran Adalah Jebakan Mati
Pernyataan paling mengerikan dari Trump muncul saat ia membahas nasib para calon pemimpin Iran pasca-wafatnya Khamenei. Trump secara terbuka menyatakan bahwa kepemimpinan Iran saat ini sedang lenyap secara sistematis."Kita berada dalam posisi yang sangat kuat sekarang, dan kepemimpinan mereka dengan cepat lenyap. Setiap orang yang tampaknya ingin menjadi pemimpin, mereka akhirnya mati" ucapnya.
Alasan Trump di Balik Serangan 'Habis-habisan' ke Teheran
Berbicara pada hari kelima konflik, Trump mengulangi alasannya untuk menyerang Iran, menyatakan bahwa Teheran sedang dalam proses mendapatkan senjata nuklir."Ketika orang gila memiliki senjata nuklir, hal-hal buruk terjadi," ucap Trump.
Ribuan Umat Padati Masjid Agung Imam Khomeini untuk Penghormatan Terakhir
Iran akan melaksanakan upacara pemakaman resmi selama tiga hari untuk mendiang Khamenei yang meninggal dunia akibat serangan dari AS dan Israel. Rangkaian pemakaman kenegaraan ini akan dimulai pada malam Rabu (4/3/2026) waktu setempat.Dewan Koordinasi Pembangunan Islam Iran, sebagaimana melansir dari AFP, Kamis, (5/3/2026) menginformasikan bahwa masyarakat dapat memberikan penghormatan terakhir kepada Khamenei di Masjid Agung Imam Khamenei di Teheran.
"Mulai pukul 22.00 waktu setempat, umat dapat memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah pemimpin bangsa yang martir tersebut, dengan mengunjungi Masjid Agung Imam Khomeini," ucap pernyataan Dewan Koordinasi Pembangunan Islam, melansir dari kantor berita IRNA.













