Iran Tutup Selat Hormuz, Jalur Minyak Dunia Lumpuh Total?
astakom.com, Jakarta - Serangan rudal balasan antara Iran dan Amerika Serikat serta Israel menyebabkan ketegangan yang sangat tinggi hingga akhirnya mengganggu Jalur Perdagangan Selat Hormuz.
Selat Hormuz yang terletak di Teluk Arab, selama ini menjadi jalur penting bagi para sekutu AS dan pasar energi dunia.
Selat Hormuz adalah jalur laut yang penting terletak di antara negara Oman dan Iran, menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman serta Laut Arab.IRGC Beri Peringatan Keras Lewat Radio
Melansir dari Gulf News, kapal mendapat peringatan melalui radio untuk tidak melintasi area tersebut karena kondisi keamanan yang dianggap berisiko setelah serangan besar terhadap Iran.Selat Hormuz adalah jalur laut utama yang digunakan dalam perdagangan energi di dunia global. Penutupan jalur itu dilakukan sebagai respons terhadap serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada hari Sabtu, (28/2/2026).
Badan Informasi Energi AS (EIA) menyatakan bahwa ini adalah titik penghambatan transportasi minyak terpenting di seluruh dunia.
Produk minyak mentah dalam jumlah besar dari negara-negara anggota OPEC seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak, yang diproduksi dari ladang minyak di kawasan Teluk Persia, dikirim ke berbagai belahan dunia melalui selat ini.
20 Juta Barel Minyak Tertahan Tiap Hari
Menurut data dari Vortexa, sebuah perusahaan konsultan pasar energi dan pengapalan, sekitar 20 juta barel minyak mentah, kondensat, dan bahan bakar melewati jalur tersebut setiap hari.Selain itu, Iran sendiri memakai Selat Hormuz untuk mengirimkan minyak ke negara-negara dagangnya, sehingga mengunci selat tersebut dianggap tidak berguna.
Dilema Hubungan Iran dengan China
Ekonomi Iran sangat bergantung pada kelancaran arus barang dan kapal melalui jalur laut ini, karena seluruh ekspor minyaknya berbasis laut," demikian keterangan analis JP Morgan Natasha Kaneva, Prateek Kedia, dan Lyuba Savinova,melansir dari Reuters."Menutup Selat Hormuz akan menjadi langkah yang merugikan hubungan Iran dengan satu-satunya pembeli minyaknya, China," sambungnya.
Peringatan tentang penutupan jalur perdagangan Selat Hormuz diumumkan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melalui siaran radio kepada kapal-kapal yang melewati area tersebut.
Hal ini dilihat mempengaruhi pasar energi global karena sekitar 20 persen minyak dunia melewati selat tersebut.
Penutupan ini bisa mengganggu proses distribusi dan kestabilan pasar global sampai pemerintah Iran memberikan keputusan lebih lanjut.
Sekolah Daring di Tengah Gempuran Perang
Serangan rudal yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel berhasil merusak banyak bangunan serta fasilitas penting di Iran.Dampaknya, pemerintah setempat menutup beberapa sekolah dan beralih ke pembelajaran daring sementara waktu agar siswa tetap aman di tengah perang yang semakin memburuk.













