AS-Iran Memanas, Pemerintah Antisipasi Penerbangan ke Timur Tengah
astakom.com, Jakarta — Imbas memanasnya konflik yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, pemerintah mengantisipasi keamanan penerbangan ke kawasan Timur Tengah.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi memengaruhi stabilitas global.
Pemerintah memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan otoritas terkait guna menjamin keamanan serta keselamatan penerbangan internasional.
“Pasti akan dampaknya terasa termasuk ke kawasan Asia Tenggara. Dan kita tetap mengantisipasi. Saya rasa ini suatu yang memang harus bisa kita mitigasi termasuk mudah-mudahan tidak terlalu mengganggu penerbangan,” ujar AHY dalam keterangannya diterima redaksi astakom.com, Senin (2/3/2026).
Faktor keselamatan jadi prioritas utama
Ia juga menyampaikan keprihatinan atas terjadinya perang yang memicu goncangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
“Kita juga tentunya sangat-sangat menyayangkan terjadinya kembali perang. Serangan Israel ke Iran yang kita tahu juga pasti akan mengakibatkan goncangan geopolitik terutama di Timur Tengah. Dan ini pasti akan sangat berpengaruh pada keamanan dunia juga,” jelasnya.
Menanggapi penundaan sejumlah penerbangan ke Jeddah akibat situasi tersebut, AHY menegaskan bahwa faktor keselamatan menjadi prioritas utama.
“Pasti maskapai-maskapai juga akan menghitung kembali faktor keselamatan, nomor satu karena lintasannya,” ucapnya.
Dampak menyebar dari konflik bersenjata
Ia menambahkan, dinamika perang sulit diprediksi, terlebih dengan penggunaan persenjataan jarak jauh.
“Kita tidak pernah bisa prediksi. Namanya perang, apalagi menggunakan misil rudal jarak jauh. Sekali lagi kita berharap ini bisa segera berakhir,” bebernya.
AHY menekankan bahwa konflik bersenjata tidak hanya menimbulkan tragedi kemanusiaan, tetapi juga berdampak pada ekonomi global.
“Ini akan mengakibatkan bukan hanya tragedi kemanusiaan tapi juga akan menyebabkan berbagai tantangan yang berat di sektor ekonomi, termasuk energi,” pungkasnya.











