astakom.com, Jakarta — Pemerintah ngasih tau bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) nggak bakal bikin warung kelontong tumbang.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono bilang, pihaknya sudah duduk bareng asosiasi UMKM buat atur skemanya, biar KDMP bisa jalan seiring, saling support, dan tetap kasih ruang buat warung-warung desa buat tumbuh bareng.
“Tadi kami mengadakan pertemuan dengan asosiasi pedagang UMKM supaya keberadaan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih ini juga bisa menjadi ekosistem yang harmonis dengan usaha-usaha yang ada atau warung-warung yang ada di desa,” ujar Ferry dalam keterangannya, dikutip Sabtu (28/2/2026).
KDMP juga dimiliki oleh masyarakat
Ia menjelaskan, KDMP pun dimiliki oleh masyarakat desa, dijalankan oleh masyarakat desa, dan keuntungannya kembali untuk masyarakat desa.
“Koperasi Desa ini dimiliki oleh masyarakat desa. Jadi kalau orang desa belanja barang-barang kebutuhan pokok di Koperasi Desa dan koperasinya untung, keuntungannya itu kembali ke masyarakat desa,” ujar Ferry.
Lebih lanjut, Ferry optimistis KDMP dapat memberikan manfaat nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
“UMKM yang ada di daerah-daerah itu sebenarnya bisa dikurasi, kemudian diinkubasi, bahkan kita bantu pembiayaannya (lewat KDMP) dan itu bisa menjadi produk-produk yang sangat bisa dijual di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih kita,” ujarnya.
KDMP menjalankan banyak fungsi untuk masyarakat
KDMP akan menjalankan banyak fungsi. Mulai dari menjual barang-barang kebutuhan pokok, penyaluran barang bersubsidi, penyaluran kredit mikro, hingga pengembangan potensi ekonomi desa setempat.
“Salah satu fungsi dari Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang diinginkan oleh Bapak Presiden adalah sebagai off taker dari seluruh hasil produk masyarakat desa,” ujar Ferry
“Bapak Presiden ingin supaya semua produk masyarakat itu bisa diserap dengan harga yang baik dan kemudian oleh Koperasi Desa ini nanti bisa diproses lalu dijual baik di Koperasi Desa sendiri maupun keluar,” tambah Ferry.

