Jumat, 13 Mar 2026
Jumat, 13 Maret 2026

Intip 10 Cara Negara Lain Rayakan Ramadan!!

astakom.com, Jakarta – Setiap negara punya cara masing masing buat bikin momen Ramadan jadi makin berkesan.

Gak cuma unik dan estetik, perbedaan tradisi ini punya makna mendalam serta sejarah panjang yang ngebuktiin betapa kayanya budaya lokal di sana.

Ini dia daftar tradisi Ramadan dari berbagai belahan dunia yang wajib banget kamu tahu biar makin luas wawasan:

1. Lentera Fanous di Mesir

Fanous adalah jenis lampu atau lentera yang khas dari Mesir. Berdasarkan informasi dari Al arabiya News, fanous telah menjadi lambang di seluruh dunia Arab yang melambangkan bulan Ramadan yang mulia.

Sebagian orang meyakini bahwa ide tentang fanous di bulan Ramadan bermula dari anak-anak di Kairo yang membawa lentera untuk menerangi jalan bagi Khalifah saat ia berkeliling di kota.

2. Tembakan Meriam di Lebanon

Di Lebanon, ada sebuah kebiasaan menembakkan meriam yang dijadikan sebagai penanda waktu untuk berbuka puasa atau iftar. tradisi ini dimulai pada era Kesultanan Ottoman di Mesir dan kemudian menyebar ke sejumlah negara-negara di Timur Tengah, termasuk Lebanon. Suara dentuman meriam menjadi tanda bagi umat Muslim bahwa waktu berbuka puasa sudah tiba.

3. Tabuhan Genderang di Turki

Di Turki, terdapat kebiasaan untuk membangunkan umat Muslim dalam persiapan sahur yang dilakukan oleh para pemukul genderang yang berkeliling di malam hari.

Tradisi ini dijalankan dengan berjalan di jalan-jalan, mereka memukul genderang dan mengenakan busana tradisional Ottoman, memastikan warga terbangun tepat waktu untuk bersiap menyantap sahur.

4. Chaand Raat di Pakistan

Di Pakistan, ada tradisi yang disebut Chaand Raat, yang juga disebut Malam Bulan. Menurut The US Sun, Chaand Raat merupakansebuah perayaan signifikan yang berlangsung pada malam terakhir bulan Ramadan, yang menandakan malam Idul Fitri. Acara ini mengawali perayaan Idul Fitri selama tiga hari yang menjadi penutup bulan Ramadan.

5. Seheriwalas di India

Di India, terdapat sebuah tradisi yang disebut Seheriwalas. Berdasarkan informasi dari Kemenag RI, tradisi ini dilaksanakan oleh seorang Seheriwalas atau Zohridaars yang berkeliling di lingkungan tempat tinggal warga sambil menyanyikan pujian kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. Seheriwalas mulai berkeliling saat waktu sahur mendekat, sekitar pukul 02.30 dengan membawa tongkat tua.

6. Garangao di Qatar

Di negara Qatar, ada tradisi perayaan Garangao. Melansir dari Marhaba Qatar, Garangao (Garanga’oh) yang juga dikenal dengan sebutan Gargee’an, Gargaaown atau Laylat Garanga’oh (Malam Garanga’oh), dirayakan pada malam puncak bulan Ramadan. Warga Qatar merayakan Garangao pada hari keempat belas bulan Ramadan.

7. Kanon Ramadan di Uni Emirat Arab

Di Uni Emirat Arab, terdapat sebuah budaya bernama KanonRamadan. Budaya ini serupa dengan adat menembakkan meriam yang ada di Lebanon. Kebiasaan ini memiliki tujuan untuk menandai saat berbuka puasa setiap harinya. Praktik yang sudah ada selama ratusan tahun ini berfungsi sebagai sarana bagi umat Muslim untuk mengetahui datangnya waktu berbuka yang selalu dinanti-nanti.

8. Bazar Ramadan di Malaysia

Di Malaysia, ada tradisi bazar Ramadan yang selalu ditunggu-tunggu setiap tahun selama bulan puasa. “Berbelanja makanan manis untuk berbuka di pasar Ramadan sangat menyenangkan,” melansir IELC pada Rabu, (25/2/2025).

Bazar ini menyediakan banyak jenis makanan, mulai dari masakan tradisional hingga makanan ringan yang terkenal. Selain itu, bazar Ramadan juga menjadi tempat untuk masyarakat berkumpul, saling berbagi, dan merasakan kebersamaan.

9. Tedarus di Brunei Darussalam

Di Brunei Darussalam, tradisi tedarus merupakan salah satu aktivitas yang sangat dicintai selama bulan Ramadan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan membaca Al-Quran secara kolektif, baik di masjid maupun di kediaman tetangga. Selain meningkatkan pemahaman terhadap Al-Quran, tedarus juga mempererat hubungan di antara anggota komunitas.

Salah satu tradisi unik Brunei ialah pembagian kurma oleh Sultan Brunei. “Sultan memesan kurma khusus dari Arab Saudi, yang kemudian dikemas ulang dalam paket 1 kg dan diberi label ‘Kurma Kurnia Sultan’,” Melansir dari IELC pada Rabu,(25/2/2026).

10. Qatayef di Yaman

Qatayef adalah hidangan penutup otentik dari wilayah Timur Tengah yang biasanya disajikan saat bulan Ramadan. Melansir laporan dari The Arab Weekly, hidangan ini memiliki bentuk menyerupai bulan sabit dan diisi dengan berbagai bahan yang biasanya manis. Sejarah dari makanan manis yang sangat terkenal selama bulan Ramadan ini telah ada sejak era Dinasti Fatimiyah dan Kekhalifahan Abbasiyah.

Gen Z Takeaway 
Ramadan beneran jadi momen “pamer” kekayaan budaya yang super unik dari berbagai belahan dunia. Dari Mesir yang estetik dengan lentera Fanous-nya, serunya berburu takjil di Bazar Malaysia, sampai tradisi savage tembakan meriam di Lebanon dan UEA, semuanya punya vibes masing-masing yang juara banget. Intinya, meskipun cara ngerayainnya beda-beda ada yang pakai musik genderang di Turki sampai bagi-bagi kurma sultan di Brunei semua tradisi ini sukses bikin bulan suci jadi makin berwarna dan penuh kebersamaan yang nggak ada tandingannya!

Feed Update

Kuwait International Airport Diserang Drone: Kerusakan Parah!

astakom.com, Jakarta - Bandara Internasional Kuwait menjadi target serangan sejumlah drone, yang menyebabkan kerusakan material di bandara. Otoritas Penerbangan Sipil Kuwait menyatakan bahwa tidak...

Kronologi Kapal Tanker Thailand Terbakar di Selat Hormuz: Apa yang Terjadi?

astakom.com, Jakarta - Departemen Kelautan Thailand menginformasikan bahwa kapal pengangkut barang curah berbendera Thailand, MAYUREE NAREE, mengalami kebakaran dan ledakan di ruang mesin ketika melalui Selat Hormuz pada (11/3/2026). Sebanyak 20 anggota kapal telah...

Diplomacy Goals! Pertemuan Prabowo & Wapres PM Australia Bikin Hubungan Makin Solid

astakom.com, Jakarta - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam penjelasannya menyatakan bahwa pertemuan itu merupakan kesempatan untuk menjalin silaturahmi antara dua teman lama yang...

Netanyahu Siap Ngeluarin Nuklir Kalo Perang Iran Makin Parah!

astakom.com, Jakarta - Mantan Kepala Staf Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Kolonel (Purn) Lawrence Wilkerson, mengingatkan pada Rabu, (11/3/2026), kalau Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mungkin akan memanfaatkan senjata nuklir. Ia...

Indonesia & PBB: Ngobrolin Masa Depan Multilateralisme di Peringatan Ke-80 Tahun PBB!

astakom.com, Jakarta - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) menegaskan komitmen Jakarta dalam memperkuat kolaborasi multilateralisme di tengah situasi global yang selalu berubah...

Kim Jong Un Dukung Mojtaba Khamenei, Pantau Uji Coba Rudal!

astakom.com, Jakarta - Korea Utara mengungkapkan dukungan untuk pemilihan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Pyongyang juga mengulang...