Testimoni Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat: Anak Lebih Disiplin, Gizi Terpenuhi

Editor: AR Purba
Selasa, 24 Februari 2026 | 21:00 WIB
Testimoni Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat: Anak Lebih Disiplin, Gizi Terpenuhi

astakom.com, Jakarta – Pelataran Sekolah Rakyat mendadak jadi ruang paling hangat tiap jadwal kunjungan. Bekal dibuka, cerita mengalir, dan yang paling terasa: orang tua mulai melihat upgrade nyata pada anak-anak mereka.

Kunjungan rutin orang tua siswa ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 2 Kota Medan, Sumatera Utara, bukan sekadar temu kangen. Momen ini jadi ajang “cek progres” langsung mulai dari sikap, kebiasaan, sampai kondisi kesehatan anak selama berasrama.

Bagi keluarga prasejahtera, Sekolah Rakyat bukan cuma soal sekolah gratis. Ini soal akses, kesempatan kedua, dan harapan yang sebelumnya terasa jauh.

Karakter naik level, disiplin makin kebentuk

Pasangan Srikatun Suroso (53) dan Gustaria (46), warga Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, datang sejak pagi untuk menjenguk putri mereka, Kinanti (13), siswa kelas 1 SRMP 2 Kota Medan.

“Perkembangannya banyak, kalau enggak ada SR (Sekolah Rakyat) ini kan, enggak bisa sekolah anak kami,” ujar Suroso dengan suara bergetar dikutip dari media pada Selasa, (24/2/2026).

Rasa cemas yang dulu sempat ada kini pelan-pelan sirna. Sistem asrama dinilai berjalan rapi dan terpantau.

“Di sini termasuk bagus. Dari makanannya, dari kesehatannya, semua dipantau sama wali asrama,” imbuhnya.

Sebelum masuk Sekolah Rakyat, Kinanti tumbuh dalam kondisi ekonomi keluarga yang terbatas. Kini, perubahan sikapnya terlihat jelas.

“Anak SR itu kebersamaannya ada. Kalau lingkungan masing-masing kan ibaratnya, bandelnya saja yang ada. Jadinya masuk SR berguna sekali, disiplin dia, sikap dia berubah semua,” katanya.

Perubahan itu terasa bukan cuma di sekolah, tapi juga saat pulang ke rumah. Kebiasaan lebih teratur dan sikap yang lebih santun jadi bukti bahwa pembinaan karakter berjalan.

Gizi aman, orang tua lebih tenang

Bukan cuma mental dan sikap yang naik level, kondisi fisik Kinanti juga ikut berubah. Akses makanan bergizi di asrama jadi salah satu faktor penting.

“Kita ini makan ya, asal aja udah rebus bayam, sambel, tempe sudah. Kalau di sini memang gizinya bagus, ada ikan. Waktu pulang, naik lima kilo, enggak pernah turun,” tuturnya.

Bagi Gustaria yang sehari-hari berjualan sayur keliling dan ikan teri dengan penghasilan sekitar Rp50 ribu per hari, program ini benar-benar terasa dampaknya. Dengan empat anak usia sekolah, biaya pendidikan jadi tekanan tersendiri.

“Jualannya pun enggak terlalu banyak, pas-pasan kami. Makanya berat kalau enggak ada Sekolah Rakyat. Takut enggak sekolah, karena enggak mampu lah,” ungkapnya.

Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif dari Kementerian Sosial Republik Indonesia yang menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, termasuk penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH). Seluruh kebutuhan siswa dipenuhi, mulai dari pendidikan, seragam, makan, hingga fasilitas asrama.

Bukan sekadar sekolah, tapi jalan putus rantai kemiskinan

Bagi keluarga seperti Suroso dan Gustaria, Sekolah Rakyat adalah turning point. Pendidikan yang sebelumnya terasa mahal dan sulit diakses kini jadi nyata.

“Sekolah Rakyat ini merupakan sekolah untuk orang-orang yang enggak mampu. Ke depannya itu anak-anak jadi bangkit. Umpamanya enggak bisa sekolah, jadi bisa sekolah. Kalau dia mau cita-cita apa, terjadilah impian-impian anak-anak itu,” ucapnya.

Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah. “Terima kasih Pak Prabowo dan Menteri Sosial,” pungkasnya.

Gen Z Takeaway
Sekolah Rakyat nunjukin satu hal: akses itu segalanya. Ketika pendidikan, gizi, dan lingkungan yang suportif disediakan, potensi anak bisa kebuka maksimal. Buat Gen Z, ini jadi reminder kalau privilege akses itu nyata—dan ketika negara hadir, dampaknya bisa langsung terasa di level keluarga.

Kemensos Program Sekolah Rakyat Testimoni sekolah rakyat

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB