Menko Pangan Pastiin Menu Kering MBG selama Ramadan Tetap Aman Soal Nilai Gizi
astakom.com, Jakarta — Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas mastiin kalau pengolahan menu kering Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan 1447 Hijriah tetap on track soal standar gizi.
Zulhas jelasin, di setiap paket MBG wajib ada komposisi lengkap yang mengandung protein, karbohidrat, sampai serat.
Ketentuan ini tetap jadi checklist utama yang harus dihitung dan diawasi detail oleh tim ahli gizi di masing-masing SPPG, jadi bukan asal kenyang, tapi tetap balance dan terukur.
“Terpenting memenuhi aturan soal syarat gizi, karena di Satuan Pelayanan Pemehuhan Gizi (SPPG) kan sudah ada ahli gizinya,” ujar Zulhas seusai meninjau pemberian menu kering MBG di SMA Negeri 3 Kota Malang, Selasa (24/2/2026).
Waktu distribusi diatur menyesuaikan
Soal waktu pendistribusian juga disesuaikan, misalnya untuk pondok pesantren digeser ke waktu mendekati jam berbuka puasa. Sedangkan bagi pelajar non Muslim di setiap sekolah tetapp mendapatkan MBG.
“Kalau ibu hamil, balita dan ibu menyusui itu juga tetap mendapatkan,” ujarnya.
Pemerataan penerima MBG di pesantren
Selain itu, Menko Pangan Zulhas menyampaikan pemerintah hingga kini terus melakukan pemerataan program MBG, dengan mendata sekolah maupun pondok pesantren mana saja yang belum mendapatkan MBG.
Dia mencontohkan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang yang belum memperoleh distribusi MBG.
Lebih lanjut, pihak MAN 2 Kota Malang sudah diminta menyerahkan data jumlah pelajar yang nantinya akan menjadi acuan kebutuhan pengiriman paket makanan program itu.
"Sudah saya minta datanya nanti segera kami bantu agar cepat mendapatkan MBG. Pondok (pesantren) juga banyak yang belum hampir 40 persen, itu didata," kata dia.











