astakom.com, Jakarta – Isu soal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Prabowo bikin anggaran pendidikan berkurang, bikin Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti speak up soal kebenarannya.
Dia bilang kalau program Makan Bergizi Gratis (MBG) nggak bikin anggaran pendidikan berkurang. Bahkan MBG ngaruh sama seluruh program strategis pendidikan di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen). Jadi intinya berita itu hoax.
“Kalau ada anggapan bahwa MBG mengurangi anggaran pendidikan, kami sampaikan dengan tegas bahwa itu tidak benar. Program Presiden (Prabowo Subianto) terkait pendidikan tetap terlaksana dengan sebaik-baiknya,” kata Mu’ti, dikutip pada Senin (23/2/2026).
Sebelumnya, pada 2025, pemerintah udah mengalokasikan anggaran buat program Revitalisasi Satuan Pendidikan sebanyak Rp 16,9 triliun.
Dana itu digunakan buat merevitalisasi 16.167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia dengan tingkat realisasi pembangunan mencapai 93 persen.
Perluasan Revitalisasi Satuan Pendidikan
Sekarang, tahun 2026, program Revitalisasi Satuan Pendidikan tetap diteruskan, bahkan diperluas. Disiapkan Rp 14 triliun dari APBN untuk merevitalisasi 11.474 satuan pendidikan.
Selain itu, good newsnya adalah Presiden Prabowo berencana buat ngasih tambahan anggaran revitalisasi buat 60 ribu satuan pendidikan.
Perkuat infrastruktur pendidikan
Jadi kalau sudah masuk ke APBN, Revitalisasi Satuan Pendidikan pada 2026 ini terlihat bakal menyasar ke lebih dari 71 ribu satuan pendidikan. Mu’ti bilang kalau ini menunjukkan komitmen negara buat perbaikan infrastruktur atau fasilitas pendidikan.
“Ini bukti bahwa komitmen negara terhadap perbaikan infrastruktur pendidikan tetap kuat,” kata Mu’ti.
Alokasi anggaran pendidikan
Selain itu, Kemdikdasmen juga mengalokasikan anggaran pendidikan secara konsisten untuk program Digitalisasi Pembelajaran. Anggaran untuk Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa SD, SMP, SMA, hingga SLB pun dijamin tidak dikurangi.
Komitmen pemerintah nggak sampai disitu, bahkan di 2026 bakal ada tambahan PIP buat murid TK sebanyak Rp 450 ribu per tahun yang dialokasikan untuk 888 ribu murid TK di seluruh Indonesia.
“Bantuan pendidikan bagi peserta didik tidak dikurangi dan pelatihan guru terus kami tingkatkan. Semua ini berjalan beriringan,” katanya.

