Dari dalam Kandungan-Lansia, Prabowo udah Punya Program untuk Kesejahteraan Rakyatnya!
astakom.com, Jakarta — Pemerintah terus memperkuat skema dukungan kesejahteraan yang dirancang menyentuh seluruh siklus hidup warga, mulai dari masa kandungan hingga usia lanjut.
Berdasarkan paparan dalam dokumen Peta Dukungan Kesejahteraan Pemerintah 2026, dipaparkan bahwa masyarakat sudah mendapat intervensi dari pemerintah sejak dalam kandungan.
Melalui berbagai program terintegrasi, negara memastikan setiap fase kehidupan mendapatkan intervensi yang tepat, baik di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, maupun perlindungan sosial.
Pemerintahan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto menghadirkan program-program yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Dalam fase kandungan sampai fase produktif
Pada fase kandungan dan usia dini, program diberikan melalui Program Keluarga Harapan (PKH) bagi ibu hamil serta anak usia dini.
Memasuki usia sekolah 7 hingga 18 tahun, pemerintah menyediakan beragam fasilitas seperti PKH SD-SMA, Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP), Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, layanan afirmasi pendidikan, hingga renovasi sekolah untuk meningkatkan kualitas sarana belajar.
Di usia produktif 19 hingga 59 tahun, fokus kebijakan diarahkan pada penguatan kapasitas dan kemandirian ekonomi.
Pemerintah menghadirkan Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, beasiswa LPDP dan kementerian, program vokasi dan Balai Latihan Kerja (BLK), magang di dalam dan luar negeri, hingga dukungan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Program dalam fase lansia
Selain itu, tersedia pula bantuan alat produksi bagi petani dan nelayan, subsidi pupuk, subsidi dan bantuan perumahan, koperasi desa dan nelayan Merah Putih, serta bantuan subsidi upah.
Sementara itu, bagi kelompok lansia usia 60 tahun ke atas, pemerintah menyalurkan PKH Lansia, Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI), serta Jaminan Hari Tua (JHT) sebagai bentuk perlindungan dan penghormatan atas kontribusi mereka.
Program lintas usia juga disiapkan
Sejumlah program juga bersifat lintas usia, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak dini hingga lulus SMA, Cek Kesehatan Gratis (CKG), perlindungan dan jaminan sosial melalui BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan yang ditanggung pemerintah, subsidi energi (BBM, LPG, dan listrik), hingga dukungan ketahanan pangan melalui cadangan pangan pemerintah termasuk cadangan beras dengan kartu sembako.
Dengan pendekatan komprehensif ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem kesejahteraan berkelanjutan, memastikan setiap warga negara memperoleh perlindungan dan peluang berkembang di setiap tahap kehidupannya.











