Israel Lepas Tangan Soal Finansial dan Rekonstruksi Gaza?
astakom.com, Jakarta -Menteri Kabinet Keamanan Israel, Zeev Elkin, nge spill kalau mereka udah resmi ngirim info ke Amerika Serikat (AS) bahwa Israel gak bakal kasih kontribusi finansial sepeser pun buat upaya ngebangun pembangunan wilayah Gaza.
Pernyataan ini menghighlight perbedaan sikap yang tajam di antara Tel Aviv serta koalisi internasional di bawah Board of Peace bentukan Presiden Donald Trump.
"Kami tidak memberikan dana kepada Board of Peace. Kami adalah pihak yang diserang, sehingga tidak ada alasan bagi kami untuk mendanai upaya pembangunan kembali di Gaza," ucap Elkin, melansir Yeni Safak, Senin, (23/2/2026).
Israel Lari Tanggung Jawab
Sikap Israel juga didasari sama peran kalo mereka gak mau tanggung jawab mengenai biaya pemulihan Gaza after perang yang dimulai serangan dari 7 Oktober 2023.Penolakan ini awalnya muncul pas dewan tersebut berhasil ngumpulin komitmen dana sebanyak lebih dari USD 7 miliar sekitar Rp 110 triliun dari negara negara Teluk di pertemuan pertama Washington kemarin.
Padahal Israel Jalin Keamanan Sama AS
Pengumuman dari Menteri Zeev Elkin makin mempertegas posisi Israel yang memilih untuk terisolasi dari upaya multilateral dalam membangun kembali Gaza.Meskipun Israel tetap menjalin koordinasi ketat dengan Amerika Serikat (AS) untuk urusan keamanan, mereka secara sadar menarik diri dari urusan pendanaan rekonstruksi.
Sejauh ini, negara-negara seperti Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Kuwait sudah menyatakan komitmen penuh mereka untuk menyalurkan bantuan senilai miliaran dolar.
Keputusan Israel untuk menarik diri dari urusan pendanaan otomatis melimpahkan seluruh beban finansial rekonstruksi Gaza kepada komunitas internasional dan otoritas Palestina.
Dana Pembangunan Gaza Miliaran Dolar?
Israel secara sadar memilih untuk tidak terlibat dalam pembiayaan, meskipun skala kehancurannya sangat masif.Kebutuhan dana untuk membangun kembali Gaza diperkirakan mencapai puluhan miliar dolar. Angka ini menyusul hancurnya infrastruktur secara total akibat kampanye militer yang berlangsung selama dua tahun terakhir.
Israel tetap pada pendiriannya bahwa Hamas adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas segala kehancuran yang terjadi di Gaza.
Kejanggalan BoP
Namun, sikap Israel yang memilih untuk tidak berkontribusi secara finansial diprediksi bakal menciptakan tantangan baru atau hambatan tambahan dalam proses pemulihan kawasan.Keputusan ini menjadi ganjalan serius bagi koordinasi yang sedang diatur melalui kerangka Board of Peace (BoP).
Hal ini jadi berpotensi mempersulit diskusi soal pengaturan tata kelola pemerintahan dan jaminan keamanan di Gaza pascakonflik.
Sampai saat ini, komunitas internasional terus memaksa buat adanya solusi komprehensif biar stabilitas kawasan bisa terjaga tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan.













