Ekonomi Only! 90% Usulan RI Disetujui AS di ART
astakom.com, Jakarta - Kesepakatan tarif dagang Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang udah ditandatangani Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis (19/2/2026) menghasilkan 1.819 pos produk asal Indonesia bebas tarif ke AS.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, bilang kalau usulan Indonesia dipenuhi sama pihak AS.
"Jadi usulan Indonesia dipenuhi oleh AS, yang tertuang di dalam Agreement on Reciprocal Trade," kata Airlangga dalam konferensi pers, Kamis (19/2/2026) waktu setempat.
Lebih lanjut, Airlangga bilang kalau kesepakatan itu didapatkan dari hasil negosiasi intensif antara Indonesia dan AS dari tahun lalu.Dia juga bilang, dalam prosesnya pemerintah Indonesia mengajukan negosiasi lewat empat surat resmi yang dikirim pada April, Juni, Juli, dan Agustus tahun lalu. Surat itu dikirim setelah Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif pada 2 April 2025.
Hal-hal non-ekonomi nggak ada di ART
Di kesempatan itu pemerintah menyampaikan sejumlah usulan yang mengedepankan kepentingan nasional. Kata Airlangga, untungnya usulan itu diterima dan disetujui sama AS."Sembilan puluh persen dokumentasi yang dikirim Indonesia dipenuhi oleh AS," katanya.
Menurutnya, salah satu poin penting yang diajukan Indonesia dan disetujui AS adalah penghapusan hal-hal yang non-ekonomi dalam ART.
Berkat upaya tersebut, pemerintah berhasil menjaga perjanjian ini tetap berada dalam koridor ekonomi dan perdagangan.
"Dengan demikian, perjanjian ini berbeda dengan berbagai perjanjian ART dengan negara lain," imbuh dia.
Diplomasi berhasil
Pemenuhan sekitar 90 persen usulan Indonesia tersebut mencerminkan keberhasilan diplomasi ekonomi yang ditempuh melalui proses panjang.Kayak kebijakan nuklir, persengketaan di Laut Cina Selatan, sampe isu pertahanan perbatasan resmi dihapus dari klausul perjanjian sesuai permintaan Indonesia.
Pada kesempatan itu, Airlangga menjelaskan kalau selama periode negosiasi, pemerintah secara aktif melakukan diplomasi.
Pihak Indonesia udah empat kali melakukan kunjungan ke Washington, DC. Dengan tujuh putaran perundingan, serta lebih dari sembilan kali pembahasan, baik secara langsung maupun virtual, dengan Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat atau United States Trade Representative (USTR).
Beri manfaat dan hubungan timbal balik
Dilansir dari redaksi Astakom.com, Airlangga memprediksi kalau kebijakan ini bisa ngasih dampak sosial ekonomi yang sangat luas buat masyarakat Indonesia."Skema ini diperkirakan memberikan manfaat langsung bagi sekitar 4 juta pekerja Indonesia dan berdampak pada lebih dari 20 juta masyarakat Indonesia," katanya.
Untuk timbal balik dalam prinsip resiprokal di perjanjian ini, Indonesia juga membebaskan tarif bea masuk buat produk gandum dan kedelai dari AS. Keputusan ini jadi strategi pemerintah buat jaga stabilitas harga bahan pangan pokok di dalam negeri, seperti bahan baku mi, tahu, dan tempe.









