Menko Zulhas Minta SPPG Kantongi SLHS untuk Jamin Kualitas Kebersihan MBG
astakom.com, Jakarta — Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) supaya mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Hal ini ditekankan biar kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) makin terjamin dan standar kebersihannya jelas.
“Ini (SPPG Dapur Nikmat Barokah Surabaya) bisa menjadi rujukan, bisa jadi contoh (sudah memiliki SLHS). Masih ada beberapa lagi yang belum dibangun atau yang belum selesai SLHS-nya,” katanya di Surabaya, Kamis (19/2/2026).
Lebih dari setengah SPPG di Surabaya kantongi SLHS
Zulkifli mencontohkan, total SPPG di Surabaya sebanyak 2.110 dan ia mengapresiasi lantaran lebih dari setengah dari total SPPG di Kota Pahlawan tersebut telah mengantongi SLHS, bahkan memiliki sertifikasi halal.
Salah satu yang telah memiliki SLHS serta sertifikasi halal adalah SPPG Dapur Nikmat Barokah Kedung Asem di Rungkut, Surabaya, dan bahkan SPPG telah dilengkapi oleh para ahli gizi.
“Jadi ini sudah sesuai dengan apa yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN),” ujar Zulkifli.
Ia pun berharap SPPG lain dapat mencontoh SPPG Dapur Nikmat Barokah Kedung Asem karena telah sesuai dengan yang ditetapkan oleh BGN.
Total 4.535 SPPG sudah kantongi SLHS
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga Januari 2026 tercatat 4.535 SPPG yang melayani program MBG telah lulus SLHS.
Jumlah itu baru 23 persen dari total SPPG berdiri di seluruh Indonesia yakni 19.188 unit sehingga Dinas Kesehatan di berbagai wilayah perlu terus meningkatkan persentase SPPG lulus SLHS.
Arahan untuk Pemda jaga harga pangan
Selain itu, Zulhas meminta perhatian pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok pangan selama Ramadhan dan menjelang Lebaran.
Ia menekankan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, harga pangan tidak boleh naik dan diharapkan bisa turun melalui kebijakan ekstra yang mampu mengendalikan gejolak pasar.
“Oleh karena itu perlu kebijakan-kebijakan yang ekstra agar bulan puasa dan Lebaran nanti harga bisa terkendali,” ujarnya.











