astakom.com, Jakarta – Pemerintah Indonesia memperpanjang kontrak tambang sama PT Freeport Indonesia sampai 2061. Kesepakatan itu diumumkan di rangkaian Konferensi Pers Penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) Indonesia-Amerika Serikat di Washington DC, Kamis (19/2) waktu setempat.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani udah mengumumkan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Indonesia dan Freeport-McMoRan soal perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) di kawasan tambang Grasberg Papua Tengah.
Rosan bilang kalau perpanjangan IUPK itu berlaku buat 20 tahun, yaitu periode 2041 sampai 2061.
Perpanjang dari tahun 2041 sampai tahun 2061
Jadi setelah berakhirnya izin tambang di tahun 2041, izin usaha ini jadi landasan berlanjutnya operasional tambang.
“Kemarin juga sudah ditandatangani kesepakatan MoU antara Freeport dan juga pemerintah Indonesia dalam hal ini kami mewakili atas mandat yang diberikan kepada kami sehingga pihak Freeport bisa meningkatkan investasinya kurang lebih dalam 20 tahun ke depan,” katanya dalam konferensi pers yang berlangsung secara virtual, Jumat (20/2/2026).
Nilai investasi sampai Rp338,5 triliun
Rosan bilang kalau nilai investasi yang udah disepakati dalam perpanjangan tersebut mencapai USD20 miliar atau sekitar Rp338,5 triliun.
Angka itu untuk periode selama dua puluh tahun ke depan. Dia juga menilai tambahan investasi ini berpotensi untuk penerimaan negara, baik lewat pajak, royalti, juga memberi dampak pada ekonomi turunan lainnya.
“Nilainya itu USD20 miliar, dan ini juga akan memberikan dampak yang positif, baik dari segi penerimaan pajak dan yang lain-lainnya,” lanjutnya.
Memastikan berlanjut produksi setelah 2041
MoU itu ditandatangani Rosan mewakili pemerintah bersama President and CEO Freeport-McMoRan Inc Kathleen Quirk serta Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas.
Lewat MoU yang udah disepakati ini jadi acuan dipastikan keberlanjutan produksi tambang Grasberg setelah 2041 dengan mengoptimalkan sumber daya yang telah dicek secara menyeluruh dan detail lewat eksplorasi detail juga.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bilang perpanjangan itu jadi bagian dari penguatan kerja sama sektor mineral kritis antara Indonesia dan AS dalam kerangka kesepakatan dagang kedua negara.
“Ada pengembangan critical mineral, dalam hal ini adalah perpanjangan daripada Freeport-McMoRan dari 2041 sampai 2061,” kata Airlangga.

