Satgas Galapana Gelar Rapat: Bahas Normalisasi Sungai hingga Huntara
astakom.com, Jakarta — Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana (Satgas Galapana) DPR RI ngadain rapat koordinasi bareng para menteri dan kepala lembaga buat ngebahas percepatan rehab dan rekonstruksi bencana di Sumatera biar progresnya makin ngebut dan terarah.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bilang, rapat ini digelar buat evaluasi penanganan pascabencana di Sumatera, sekaligus jadi follow up dari pertemuan sebelumnya yang sempat dilaksanakan di Aceh pada Januari 2026.
"Kita mengadakan evaluasi penanganan pasca bencana alam Sumatera, yang kita hadirkan menteri-menteri terkait," kata Dasco di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Yang menghadiri rapat
Dia pun menyampaikan menteri/kepala lembaga yang hadir, di antaranya Menteri Dalam Negeri selaku kepala satgas pemerintah, Kepala BNPB, Kasum TNI, Komandan Brimob Polri, Menteri Sekretaris Negara, Menteri Keuangan, Menteri Pekerjaan Umum.
Kemudian ada juga Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Agama, Menteri Perdagangan, Menteri Pertanian, dan Kepala BPS.
Selain itu, pimpinan sejumlah komisi terkait di DPR pun hadir dalam rapat tersebut.
Target pemulihan pemerintahan daerah
Dasco mengatakan rapat kali ini digelar untuk menindaklanjuti hasil kesimpulan dari rapat sebelumnya, salah satunya mengenai target pemulihan pemerintahan daerah terdampak sebelum memasuki bulan Ramadan.
"Yang mana pada saat itu ada beberapa kesimpulan rapat yaitu, yang pertama bahwa kita targetkan sebelum bulan puasa roda pemerintahan di seluruh daerah Aceh sudah berjalan, dan Alhamdulillah kita monitor bahwa hanya tinggal sedikit yang masih tersendat-sendat jalannya," ungkapnya.
Normalisasi sungai, infrastruktur, dan huntara
Selain itu, kata Dasco, akan dibahas juga terkait dengan normalisasi sungai, pemulihan infrastruktur daerah terisolir, dan progres pembangunan hunian sementara (Huntara).
"Kita bicara soal normalisasi sungai, infrastruktur daerah terisolir dan kita sudah monitor bahwa daerah terisolir di Aceh terutama sudah tidak ada. Walaupun medannya berat tetapi sudah tidak ada daerah terisolir dan normalisasi sungai terus berjalan sampai saat ini," tuturnya.
"Kemudian penyediaan Huntara yang akan kita mendengar hari ini progress kerjanya sampai sejauh mana dan pembersihan lingkungan," kata Dasco menambahkan.











