Bukan Cuma Makan Siang, MBG Jadi Investasi Serius Ningkatin Pendapatan Seumur Hidup!
astakom.com, Jakarta — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tak hanya mengatasi gizi buruk di Indonesia, melainkan juga mampu mendongkrak kualitas pendidikan.
Melansir astakom.com, sebelumnya diberitakan mengacu pada studi bersama World Food Programme dan Rockefeller Institute of Government, MBG disebut berdampak langsung pada variabel inti pendidikan.
Variabel yang dimaksud seperti angka partisipasi sekolah, kehadiran, penurunan putus sekolah, peningkatan nilai ujian, hingga penurunan defisiensi mikronutrien.
MBG dengan jelas memiliki rantai manfaat yang bersifat jangka panjang, dari kualitas pendidikan yang baik, yang nantinya mampu meningkatkan pendapatan seumur hidup.
Bukan sekedar program makan siang
Dalam konsepnya, pendidikan disebut memiliki tiga pilar utama, yakni ketersediaan sekolah, kualitas pengajaran, serta kesiapan biologis dan psikologis murid. MBG memperkuat pilar ketiga yang kerap terabaikan.
“Tanpa kesiapan biologis, investasi pada kurikulum dan guru tidak akan optimal,” tegas kajian itu.
Rantai jangka panjang manfaat MBG yang dimaksud mampu menjadikan pendidikan yang lebih baik berkorelasi dengan pekerjaan lebih baik, produktivitas lebih panjang, dan pendapatan seumur hidup lebih tinggi.
Studi tersebut menyimpulkan setiap 1 dolar AS investasi MBG berpotensi menghasilkan 5 hingga 35 dolar AS manfaat ekonomi.
Perbaikan gizi mempengaruhi capaian akademik
Kerangka riset itu juga menegaskan rantai sebab akibat yang jelas: perbaikan gizi menurunkan defisiensi mikronutrien, meningkatkan konsentrasi, memperbaiki kualitas waktu belajar, hingga berdampak pada capaian akademik.
“Ini adalah mekanisme biologis dan kognitif, bukan asumsi politik,” tulis laporan tersebut.
Anak dengan anemia atau kekurangan zat besi dinilai tidak dapat menyerap pelajaran secara optimal, sehingga MBG diposisikan sebagai intervensi kognitif, bukan sekadar bantuan sosial.











