Kopi RI Ready to Scale Up, Mentan Fokus Hilirisasi
astakom.com, Jakarta - Kinerja ekspor kopi Indonesia tembus lebih dari USD1,63 miliar pada 2024. Capaian ini membuktikan kalau komoditas kopi punya peran strategis dalam menopang perekonomian nasional.
Bahkan kopi disebut jadi salah satu andalan ekspor subsektor perkebunan. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.
Dia bilang kebijakan ke depan bakal fokus buat ningkatin produktivitas kebun rakyat sampai percepatan hilirisasi."Pengembangan kopi nasional harus memberikan nilai tambah yang nyata bagi pekebun. Kebijakan ke depan difokuskan pada peningkatan produktivitas kebun rakyat," kata Mentan Amran, dikutip pada Selasa (17/2/2026).
"Peremajaan tanaman, penguatan penanganan pascapanen, serta percepatan hilirisasi agar kopi Indonesia tidak hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga dalam produk olahan bernilai tambah tinggi," tambah Amran.
Hilirisasi jadi kunci
Menurutnya hilirisasi jadi kunci buat ningkatin posisi tawar kopi Indonesia di pasar global. Hal itu bisa terwujud lewat pengembangan industri roasting, produksi kopi siap seduh, ekstrak kopi, serta diversifikasi berbagai produk turunan lainnya.Dari sisi perdagangan, ekspor kopi Indonesia pada 2024 tercatat mencapai 316,7 ribu ton dengan nilai lebih dari USD1,63 miliar.
Perkuat akses pasar
Untuk askes pasar juga, pemerintah punya target buat memperkuat lewat peningkatan konsistensi mutu, pemenuhan standar internasional, sertia pengembangan produk kopi olahan sesuai kebutuhan pasar kebutuhan pasar global.Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan Abdul Roni Angkat bilang pemerintah ngepush dan support penerapan praktik budidaya yang adaptif terhadap perubahan iklim.
Sekaligus pemerintah support banget buat penguatan pendampingan dan kelembagaan pekebun.
Perkuat kemitraan
Ada juga program buat penguatan kemitraan antara pekebun dan pelaku industri pengolahan yang terus didorong supaya transformasi hilirisasi di sentra-sentra produksi bisa cepat terlaksana dan dirasakan manfaatnya."Dengan strategi terintegrasi dari hulu hingga hilir, termasuk penguatan hilirisasi di dalam negeri, pengembangan kopi nasional hingga 2026 diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah, memperluas pasar, serta memperkuat kesejahteraan pekebun secara berkelanjutan," kata Roni dikutip pada Selasa (17/2/2026).










