Danantara Gaspol WtE! Diserbu 24 Perusahaan Global
astakom.com, Jakarta - Program Waste-to-Energy (WtE) sekarang udah masuk tahap tender dengan 24 perusahaan internasional berpengalaman yang ikut serta. Setiap perusahaan yang lolos diwajibkan membentuk konsorsium.
Lead of Waste-to-Energy Danantara Indonesia, Fadli Rahman bilang kalau konsorsium ini diharapkan bisa melakukan transfer teknologi kepada perusahaan lokal dan pemerintah daerah (pemda).
"Perusahaan-perusahaan yang mengikuti tender WtE kami wajibkan untuk membentuk konsorsium. Adanya konsorsium ini kami harapkan bisa memberikan transfer teknologi dengan perusahaan lokal atau pemda," kata Fadli melalui keterangan resmi dikutip pada Selasa (17/2/2026).Fokus pengembangan program WtE di empat kota
Pada tahap pertama, Danantara Indonesia akan fokus buat pengembangan program Waste-to-Energy (WtE) di empat kota, yaitu Bali, Bogor, Bekasi, dan Yogyakarta.Fadli bilang proses pemilihan Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) dilakukan secara transparan dan mempertimbangkan risiko.
"Tender ini menunjukkan dalam menjalankan prosesnya Danantara selalu memastikan adanya tata kelola yang kuat sejak hulu, termasuk proses pemilihan Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang transparan dan berbasis mitigasi risiko," katanya.
Delapan perusahaan yang mengikuti tender
Dari total 24 perusahaan, Danantara baru ngespill 8 perusahaan yang berhak mengikuti tender tersebut. Dari 8 perusahaan, sebanyak 6 perusahaan berasal dari China.Perusahaan itu adalah Chongqing Sanfeng Environment Group Corp., Ltd, Wangneng Environment Co., Ltd, dan Zhejiang Weiming Environment Protection Co Ltd.
Dua perusahaan dari Prancis dan Jepang
Lalu, SUS Indonesia Holding Limited, China Conch Venture Holding Limited, dan PT Jinjiang Environment Indonesia.Untuk 2 perusahaan lainnya adalah perusahaan dari Prancis dan Jepang. Kedua perusahaan itu yakni Veolia Environmental Services Asia Pte Ltd (Prancis) dan Mitsubishi Heavy Industries Environmental and Chemical Engineering (Jepang).










