Bukan Sekadar Program Gizi, MBG Jadi Intervensi Pendidikan Berbasis Bukti!

Editor: Alfian Tegar
Selasa, 17 Februari 2026 | 16:30 WIB
Bukan Sekadar Program Gizi, MBG Jadi Intervensi Pendidikan Berbasis Bukti!
Sebanyak 311 Makan Bergizi Gratis (MBG) didistribusikan untuk siswa sekolah SDN Perak Utara 1, Surabaya, Jawa Timur (20/1). Terlihat siswa antusias untuk menyantap menu MBG, yang kini telah berjalan 3 bulan disekolah tersebut. Tahun 2026 ini, Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan program MBG dapat dinikmati 82,9 juta penerima manfaat. BGN optimis program tersebut bisa tercapai dalam waktu lima bulan, karena jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang terus bertambah dalam waktu cepat. (str-Ahmad Khusaini)

astakom.com, Jakarta — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditegaskan bukan hanya program pemenuhan gizi, melainkan intervensi pendidikan jangka panjang berbasis riset global.

Mengacu pada studi bersama World Food Programme dan Rockefeller Institute of Government, MBG disebut berdampak langsung pada variabel inti pendidikan seperti angka partisipasi sekolah, kehadiran, penurunan putus sekolah, peningkatan nilai ujian, hingga penurunan defisiensi mikronutrien.

“Artinya, MBG menyentuh indikator kuantitatif utama pendidikan, bukan faktor periferal,” demikian dijelaskan dalam paparan studi tersebut.

Saat partisipasi dan kehadiran naik serta angka drop out turun, kualitas pendidikan secara sistemik ikut terdorong.

Perbaikan gizi mempengaruhi capaian akademik

Kerangka riset itu juga menegaskan rantai sebab akibat yang jelas: perbaikan gizi menurunkan defisiensi mikronutrien, meningkatkan konsentrasi, memperbaiki kualitas waktu belajar, hingga berdampak pada capaian akademik.

“Ini adalah mekanisme biologis dan kognitif, bukan asumsi politik,” tulis laporan tersebut.

Anak dengan anemia atau kekurangan zat besi dinilai tidak dapat menyerap pelajaran secara optimal, sehingga MBG diposisikan sebagai intervensi kognitif, bukan sekadar bantuan sosial.

Tiga pilar utama dalam pendidikan

Lebih jauh, pendidikan disebut memiliki tiga pilar utama, yakni ketersediaan sekolah, kualitas pengajaran, serta kesiapan biologis dan psikologis murid. MBG memperkuat pilar ketiga yang kerap terabaikan.

“Tanpa kesiapan biologis, investasi pada kurikulum dan guru tidak akan optimal,” tegas kajian itu.

Dampak jangka panjangnya pun terukur, karena pendidikan yang lebih baik berkorelasi dengan pekerjaan lebih baik, produktivitas lebih panjang, dan pendapatan seumur hidup lebih tinggi.

Studi tersebut menyimpulkan setiap 1 dolar AS investasi MBG berpotensi menghasilkan 5 hingga 35 dolar AS manfaat ekonomi.

Program ini dijalankan di 107 negara

Secara global, program school feeding telah dijalankan di 107 negara dan dikategorikan sebagai kebijakan retensi pendidikan, intervensi hasil belajar, serta investasi human capital.

Lembaga seperti World Bank dan World Food Programme bahkan menyebutnya sebagai salah satu intervensi pendidikan paling cost effective.

“Tanpa gizi, tidak ada konsentrasi. Tanpa konsentrasi, tidak ada kualitas belajar,” demikian kesimpulan ringkas dalam paparan tersebut, yang menegaskan bahwa MBG bekerja pada fondasi biologis proses belajar dan berdampak simultan pada sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta pengurangan kemiskinan.

Gen Z Takeaway
MBG bukan sekadar makan gratis, tapi intervensi pendidikan berbasis riset. Studi World Food Programme dan Rockefeller Institute of Government menunjukkan gizi yang baik meningkatkan konsentrasi, kehadiran, dan capaian belajar. Bahkan disebut cost effective oleh World Bank. Intinya, ini investasi jangka panjang untuk kualitas SDM.

Keberhasilan MBG Makan Bergizi Gratis Manfaat Program MBG Program MBG Rockefeller Institute of Government World Food Programme

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB