Rehabilitasi Sumatera: Pembersihan Rumah dan Pembangunan Huntara Dikebut
astakom.com, Jakarta — Upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera terus dikebut dan diperhatikan perkembangannya.
Melansir rilis yang diterima redaksi astakom.com pada Senin (16/2/2026), prajurit TNI masih turun langsung membantu warga terdampak banjir dan longsor di sejumlah wilayah terdampak.
Mulai dari membersihkan rumah berlumpur hingga membangun hunian sementara (huntara) jelang Ramadan.
Para prajurit membersihkan rumah warga
Di Kabupaten Pidie Jaya, para prajurit mengangkat lumpur yang mengendap di rumah-rumah warga, terutama milik lansia yang kesulitan membersihkan sisa material banjir.
Di Desa Blang Cut, Kecamatan Meurah Dua, TNI membantu membersihkan rumah Bapak Zulkifli (65), Bapak Ziaul Akbar (48), dan Bapak M. Yusuf Hamid (84).
Pembersihan juga dilakukan di Desa Dayah Kruet, Meunasah Raya, hingga Meunasah Lhok, termasuk Balai Pengajian Tgk. Nyak Hakim agar kembali dapat digunakan untuk kegiatan keagamaan.
Di wilayah Tamiang Hulu, satuan SSK 1 dan SSK 2 Yonif TP 852/ABY melanjutkan pembersihan rumah warga dengan progres bervariasi, sementara di Kabupaten Bireuen dan Kuala Simpang sejumlah rumah lansia telah rampung dibersihkan hingga 100 persen.
Pembangunan huntara terus dikebut
Di sisi lain, pemerintah juga mempercepat pembangunan huntara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Menjelang Ramadan, pembangunan terus berlangsung di berbagai lokasi, termasuk di Desa Aih Selah, Kecamatan Pantan Cuaca, dan Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues.
Sejumlah huntara telah dipasangi dinding papan dan atap seng, sementara lainnya masih dalam tahap pemasangan rangka baja ringan.
Kebutuhan lengkap huntara untuk warga
Nantinya, setiap huntara akan dilengkapi akses air bersih, listrik, kamar tidur, dan kamar mandi agar warga dapat beribadah dengan lebih nyaman.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan percepatan ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Itu sudah menjadi arah Bapak Presiden. Kita memberikan dukungan penuh kepada masyarakat, khususnya di Aceh dan Sumatera Barat yang mayoritas Muslim, agar saat Ramadan mereka bisa beribadah dengan lebih tenang, meski dalam kondisi pascabencana," ujar Dody.











