Mantap! Pidato Prabowo di Indonesia Economic Outlook 2026, Spill Soal Restrukturisasi Kredit
astakom.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto datang ke acara Indonesia Economic Outlook 2026. Di situ, Presiden ngomongin soal situasi perekonomian Indonesia dan meng-highlight para pengusaha kelas kakap yang minta restrukturisasi kredit atau penangguhan kepada pemerintah.
Dalam acara yang digelar di Wisma Danantara Jakarta Pusat, Jumat (13/2/2026), Presiden Prabowo juga tegas bilang kalau dirinya pernah jadi pengusaha. Bahkan dia bilang kalau dulu juga dirinya minta belas kasihan perpanjangan.
"Saya ini sudah lama jadi orang Indonesia dan saya pernah jadi pengusaha juga, saya pun pernah minta restrukturisasi dengan kata lain lebih sederhana minta belas kasihan perpanjangan," kata Prabowo.Beliau langsung melempar pertanyaan kepada khalayak yang hadir.
"Benar atau tidak? Mana menteri-menteri pengusaha? Nah," tambah Prabowo.
Pengen rakyat kecil dapat perhatian pemerintah
Lebih lanjut Presiden Prabowo pengen rakyat kecil bisa punya kesempatan yang sama. Khususnya para nelayan yang selama ini belum dapet perhatian dari pemerintah.Makanya Prabowo pengen nantinya tiap desa nelayan itu bakal punya fasilitas lengkap, mulai dari pabrik es, cold storage, dermaga, sampe kapal baru.
Dukungan buat para nelayan
Presiden Prabowo juga ngedukung banget akses para nelayan buat melakukan ekspor hasil tangkapannya, makanya dia berkomitmen bakal mempermudah akses dan regulasinya.Fasilitas yang mau disalurkan ke para nelayan itu jadi investasi yang bakal dibalikin sma nelayan dengan tenor yang fleksibel sampe 12 tahun.
"Para pengusaha-pengusaha besar juga kadang-kadang minta kredit juga belasan tahun. Itu pun, itu pun sering minta restrukturisasi," katanya.
Gagasan Presiden Prabowo buat berdayakan nelayan
Beliau blak-blakan bilang kalau restrukturisasi harusnya nggak cuma dinikmati sama pengusaha, tapi para nelayan harusnya bisa nikmatin terlebih lagi, para nelayan selama ini belum tersentuh perhatian pemerintah."Masa nelayan-nelayan kita enggak kita berdayakan? Belum pernah mereka dapat kesempatan ini. Banyak yang menangis di pulau-pulau terpencil. Sekarang kita hadir, kita memberi harapan ke depan," ungkapnya.










