Disebut Kayak Kabar dari 'Surga', Program Gentengisasi Prabowo Bikin Pengrajin Bangkit dan Excited!
astakom.com, Jakarta - Gairah dan semangat para pengrajin genteng bangkit lagi karena gagasan brilian Presiden Prabowo dengan program Gentengisasi yang digaungkan beberapa waktu lalu.
Pengrajin genteng di sejumlah daerah Jawa Barat yang mencakup Kabupaten Banjar, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Garut, Kabupaten Pangandaran, serta Kabupaten dan Kota Tasikmalaya membagikan perasaan excitednya denger program gentengnisasi ini.
Salah satu pengrajin genteng yang turut rasain semangat karena program gentengisasi ini yaitu Nurdin. Dia pengrajin genteng tanah liat asal Kampung Ablok, Kelurahan Sinar Galih, Kecamatan Langensari, Kabupaten Banjar.
Nurdin nge-share perasaan excited dan ngerasa punya semangat baru karena program Presiden Prabowo ini.Permintaan genteng terus turun
Katanya, dia udah lama nggak bikin genteng karena permintaannya yang udah jarang banget. Padahal, usaha genteng jadi penghasilan utamanya buat bertahan hidup.Dia bilang puncak permintaan genteng itu terjadi pada 2015, abis dari situ permintaan terus menurun. Dia coba merambah ke usaha membuat bata tanah untuk tetap bisa menghidupi keluarganya.
Nurdin masih ingat, puncak permintaan genteng terjadi pada 2015, setelah itu terus menurun. Untuk bisa tetap menghidupi keluarga, Nurdin mencoba membuat bata tanah.
Gentengnisasi jadi harapan baru
Sekarang, dia punya harapan baru lewat program Gentengisasi yang digagas Prabowo. Dia juga ngerasa kalau, program ini seakan-akan kabar dari "surga.""(Semoga) Pak Presiden Prabowo mau memperhatikan pengrajin kecil yang sudah hampir punah ini. Di Langen (Kecamatan Langensari) tinggal satu-satunya saya (pengrajin) yang masih bertahan," kata Nurdin, kepada media, dikutip oleh Astakom pada Jumat (13/2/2026).
Nurdin dan puluhan pengrajin genteng di Banjar ngerasa program ini jadi salah satu bentuk kepedulian dari pemerintah dan keberpihakan Presiden Prabowo sama usaha masyarakat kecil.
Program dengan visi kerakyatan
Dosen Program Pascasarjana Universitas Siliwangi, Tasikmalaya, Edy Suroso bilang Gentengisasi adalah salah satu program strategis hasil dari visi kerakyatan Prabowo.Dia berpendapat kalau Presiden Prabowo jeli banget buat ngebantu masyarakat bawah supaya bisa bangkit. Edy bilang kalau Gentengisasi punya karakter ekonomi kerakyatan yang berbasis padat karya, sumber daya lokal, dan punya data tahan terhadap krisis.
"Belum lagi industri genteng yang dikerjakan rakyat memiliki serapan tenaga kerja, memutar ekonomi lokal dan identitas dari kearifan lokal," kata Edy dikutip pada Jum'at (13/2/2026).
Perlu support modal dan edukasi digitalisasi
Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Kota Tasikmalaya, Agus Rudianto berpendapat kalau program ini pengen menyentuh pengrajin kecil, maka harus diperkuat dengan manajemen koperasi yang andal.Dia ngerasa kalau industri rakyat sering kegulung sama korporasi besar, padahal masyarakat perlu aware kalau koperasi lemah secara struktural dan butuh afirmasi kebijakan pemerintah.
"Agar pengrajin genteng tanah tradisional bisa mendapat manfaat dari program Gentengisasi, maka koperasi yang menaungi pengrajin harus dikonsolidasikan. Rancang standardisasi produksi dan perlindungan regulasi," ungkap Agus.
Untuk memaksimalkan program gagasan Presiden Prabowo, akses modal buat pengrajin juga harus dimudahkan. Selanjutnya perlu juga pemasaran atau jangkauan pasar yang luas buat para pengrajin menjual produk gentengnya.
Makanya para pengrajin genteng disarankan diberi edukasi soal digitalisasi supaya bisa ikut dalam persaingan market digital yang bisa menjangkau permintaan atau pembeli lebih banyak dan variatif.
Gen Z Takeaway









