Update Tarif Resiprokal RI-AS, Menko Airlangga: Presiden Prabowo Bakal TTD ART Next Week!
astakom.com, Jakarta - Draft tarif kesepakatan dagang antara Indonesia dan Amerika punya Indonesia udah rampung, tinggal nunggu ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bilang kalau rencananya Presiden Prabowo bakal tandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat (AS) minggu depan.
"Presiden rencananya menghadiri acara pada 19 (Februari), dan di sekitar tanggal tersebut juga akan ada rencana penandatanganan ART," kata Airlangga dalam keterangannya, dikutip Kamis (12/2/2026).Untuk perkembangan perundingan dagang antara Indonesia dan AS terus dilaporkan ke Presiden. Penandatanganan ART ini adalah kelanjutan dari negosiasi tarif resiprokal antara Indonesia dan AS dari tahun 2025.
"Tadi dilaporkan juga kepada Presiden dan kita lihat perkembangan selanjutnya," kata Airlangga.
Punya komitmen atasi hambatan nontarif
Indonesia juga punya komitmen ngatasin hambatan nontarif dalam kerja sama antara kedua negara lewat deregulasi kebijakan.Tapi Airlangga bilang sekarang pemerintah masih nunggu draf akhir kesepakatan itu sampe bener-bener beres.
"Kemudian, ada hal-hal lain yang juga akan kita tunggu sampai semuanya 100 persen selesai," kata Menko Perekonomian.
Perkembangan ekonomi nasional
Airlangga juga ngemention soal perkembangan ekonomi nasional kepada Presiden Prabowo, termasuk neraca dagang Indonesia yang mengalami surplus."Dari segi neraca perdagangan, kita juga terus mengalami surplus selama 68 bulan berturut-turut, yaitu sebesar USD2,51 miliar," kata Airlangga.
Melansir dari redaksi astakom.com, sebelumnya hasil dari perundingan itu menyatakan bahwa Indonesia dapat pengecualian tarif resiprokal di beberpa sektor unggulan.
Pengecualian tarif resiprokal
Ada dua komoditas utama Indonesia yang akhirnya dapat green light. Komoditas yang dipastikan mendapatkan pengecualian tarif resiprokal adalah kakao dan minyak kelapa sawit. Pasalnya, dua sektor ini memang jadi backbone ekspor Indonesia ke pasar global.Keterangan ini disampaikan Airlangga Hartarto dalam konferensi pers dari Washington DC, yang tayang live di kanal Youtube resmi PerekonomianRI.
Tarif dagang resiprokal turun jadi 19 persen
"Indonesia juga mendapatkan pengecualian minyak kelapa sawit, kakao, dan lain-lain," tegas Airlangga Hartarto, dalam siaran livenya, Selasa (23/12/2025).Diketahui, tarif dagang resiprokal disepakati berada di angka 19 persen. Angka ini turun cukup signifikan dari rencana awal yang sebelumnya mencapai 32 persen.










