Pemerintah Push Bangun Huntara Jelang Ramadan: Warga Sumbar bakal Nyaman Berpuasa!
astakom.com, Jakarta — Pemerintah terus ngegas percepatan pemulihan warga terdampak banjir dan longsor di Sumatera, salah satunya dengan bangun hunian sementara buat mereka yang kehilangan rumah.
Penyelesaian pembangunan huntara ini dikebut agar masyarakat terdampak bencana dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman jelang masuk bulan Ramadan.
Di beberapa lokasi, huntara sudah berdiri dan mulai ditempati, sementara di titik lain masih dalam tahap pembangunan.
Salah satunya di Nagari Puluik-Puluik, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
Bahu-membahu bangun huntara
Berdasarkan rilis yang diterima redaksi astakom.com, Kamis (12/2/2026), terlihat para pekerja sedang menyusun rangka baja ringan untuk huntara.
Di sana terdapat deretan huntara yang sudah dipasangi tembok dari papan kayu dan atap seng. Para pekerja juga menyemen lantai.
Nantinya, setiap huntara akan dilengkapi dengan akses air bersih, listrik, kamar tidur, dan kamar mandi.
Para personel TNI dan Polri turut membantu pembangunan huntara-huntara tersebut, berkolaborasi dengan warga setempat.
Prioritaskan kenyamanan warga terdampak
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo sebelumnya telah menyampaikan bahwa pembangunan huntara dipercepat demi kenyamanan para warga terdampak bencana, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Harapannya, warga terdampak bencana bisa menjalankan ibadah puasa dengan nyaman di bulan Ramadan.
"Itu sudah menjadi arah Bapak Presiden. Kita memberikan dukungan penuh kepada masyarakat, khususnya di Aceh dan Sumatera Barat yang mayoritas Muslim, agar saat Ramadan mereka bisa beribadah dengan lebih tenang, meski dalam kondisi pascabencana," ujar Dody, berdasarkan rilis yang diterima redaksi astakom.com, Kamis (12/2/2026).
Melansir astakom.com, Seskab Teddy Indra Wijaya mengatakan total sebanyak 5.500 rumah hunian bagi para korban terdampak bencana sudah dibangun.
“Contoh konkret, dalam 2 bulan sudah ada rumah hunian 5.500. Bahkan dalam 1 bulan sudah jadi 1.500. Ini sudah jadi ya. Jadi sekarang sudah jadi 5.500 rumah hunian,” ujar Teddy.











