Jumat, 13 Mar 2026
Jumat, 13 Maret 2026

Demi Keadilan! Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah yang ‘Balas Dendam’ ke Pelaku Pencabulan Anak

astakom.com, Jakarta – Kasus yang menimpa seorang ayah berinisial ED di Pariaman, Sumatera Barat, bener-bener lagi jadi sorotan nasional.

ED ditetapkan sebagai tersangka setelah nekat habisi nyawa pria berinisial F, yang diduga kuat sebagai pelaku kekerasan seksual terhadap anaknya yang masih di bawah umur.

​Menanggapi hal ini, Komisi III DPR RI langsung menolak tegas wacana hukuman mati atau penjara seumur hidup buat ED.

ED Berpeluang Bebas Pidana?

Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman, negasin aparat nggak boleh tutup mata sama latar belakang psikologis dan guncangan mental yang dialami ED saat tahu anaknya dilecehkan.

“Yaitu situasi yang terguncang, mengetahui anaknya menjadi korban kekerasan seksual selama bertahun-tahun oleh F.” Ucapnya, dikutip oleh astakom.com pada Kamis, (12/2/2026).

Pasal 43 KUHP Baru: Hakim Wajib Lihat Sikap Batin Pelaku

Berdasarkan Pasal 43 KUHP baru, ED tidak dapat dipidana jika terbukti melakukan perbuatan tersebut karena pembelaan terpaksa melampaui batas yang langsung disebabkan keguncangan jiwa yang hebat,” ucap Habiburokhman.

​DPR juga bilang soal aturan di KUHP baru tentang pembelaan terpaksa yang melampaui batas, dimana seseorang bisa dapet keringanan hukuman kalau tindakannya dipicu sama guncangan jiwa yang hebat karena situasi tertentu.

DPR minta proses hukum ED tetap objektif dan melihat fakta secara utuh tanpa melupakan sisi kemanusiaan.

Pasal 54 KUHP, Perrtimbangan Motif

Politikus Partai Gerindra secara gamblang menilai kalau ED nggak selayaknya dapet vonis hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Berdasarkan Pasal 54 KUHP Baru ia menegaskan sebagai landasannya. Menurutnya, hakim dan jaksa itu wajib hukumnya buat mempertimbangkan motif, tujuan pidana, sampai gimana sikap batin si pelaku pas kejadian itu pecah.

“Penjatuhan hukuman harus mempertimbangkan motif, tujuan pidana, dan sikap batin pelaku tindak pidana,” tegas Habiburokhman.

Background Kejadian

Kronologi kasus ini berawal saat Polres Pariaman mengamankan ED karena diduga kuat jadi pelaku di balik tewasnya seorang pria berinisial F (38).

Sebelumnya, F ditemukan dalam kondisi kritis di tepi jurang kawasan Korong Koto Muaro. Awalnya mungkin kelihatan kayak kasus kriminal biasa, tapi setelah diusut, ternyata ada fakta yang bener-bener bikin nyesek.

​Terungkap kalau si F ini ternyata adalah pelaku kekerasan seksual terhadap anak perempuan ED yang masih berusia 17 tahun.

Setelah sempat ditemukan kritis, F akhirnya dinyatakan meninggal dunia di RSUD Lubuk Basung.

Kejadian ini pecah nggak lama setelah laporan soal kasus asusila yang dilakukannya masuk ke kepolisian pada September 2025 lalu.

Sampai detik ini, kasus tersebut masih jadi trending topic dan sorotan publik nasional. Masalahnya bukan cuma soal hukum, tapi soal gimana keadilan buat seorang orang tua yang nekat ambil risiko demi menjaga kehormatan keluarganya yang hancur.

Komisi III DPR pun berharap banget supaya proses hukum buat ED nggak cuma kaku liat aturan hitam di atas putih aja. Komisi III DPR mendorong agar kasus ini berjalan objektif dengan mengedepankan asas keadilan restoratif dan sisi kemanusiaan.

Gen Z Takeaway
​Hukum kita lagi diuji banget nih lewat kasus di Pariaman. Di satu sisi ada aturan, tapi di sisi lain ada hati nurani seorang ayah yang hancur karena anaknya jadi korban predator. Langkah Komisi III DPR yang gercep pasang badan pakai Pasal 43 dan 54 KUHP baru ini jadi angin segar. Ini ngebuktiin kalau keadilan itu harusnya humanis, bukan cuma soal pasal-pasal kaku yang nggak punya perasaan!

Feed Update

Anak Buah Prabowo Apresiasi Persiapan Pengamanan Nyepi dan Lebaran 2026

Astakom.com, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, memberikan apresiasi kepada jajaran Polri atas kesiapan mereka dalam mengamankan...

Sekolah Rakyat Diperluas, Budiman Sudjatmiko: Langkah Strategis Putus Rantai Kemiskinan

astakom.com, Jakarta — Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, menilai program Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda merupakan langkah strategis pemerintah...

Kemenkes Dukung PP Tunas, Soroti Dampak Kesehatan Anak

astakom.com, Jakarta - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) menyatakan dukungannya terhadap penguatan kebijakan perlindungan anak di ruang digital yang tengah didorong pemerintah melalui sejumlah...

Para Aktivis Internasional Apresiasi Presiden Prabowo: Presiden Paling Peduli Konservasi Gajah!

astakom.com, Jakarta — Presiden RI Prabowo Subianto menyiapkan Instruksi Presiden (Inpres) tentang penyelamatan populasi dan habitat gajah sebagai langkah intervensi negara melindungi satwa. Rencana Presiden...

Presiden Prabowo Siapkan Inpres Penyelamatan Populasi Gajah Sumatera dan Kalimantan

astakom.com, Jakarta — Presiden RI Prabowo Subianto menyiapkan Instruksi Presiden (Inpres) tentang penyelamatan populasi dan habitat gajah sebagai langkah intervensi negara melindungi satwa. Hal itu...

Tetap Pantau Konflik Timur Tengah! Kemenpar Pastikan Wisata Indonesia Tetap Aman Buat Traveler

astakom.com, Jakarta – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang ikut dipantau pemerintah karena berpotensi memengaruhi mobilitas perjalanan global. Meski...