MPR Pastiin Negara Hadir Pulihkan Aceh, Ahmad Muzani: Bencana Aceh Bencana Kita Semua!
astakom.com, Jakarta — Segenap pimpinan MPR RI menegaskan percepatan pemulihan Aceh pascabencana jadi prioritas nasional.
Rebuild Aceh bukan cuma soal bangun ulang infrastruktur, tapi wujud nyata solidaritas bangsa yang menempatkan Aceh sebagai pilar penting bagi keutuhan Indonesia.
“Apa yang terjadi di Aceh adalah peristiwa yang juga melukai hati kami semua. Sakit Aceh adalah sakit kita bersama, dan bencana Aceh adalah bencana kita semua,” kata Ketua MPR RI Ahmad Muzani, dalam keterangannya, Rabu (11/2/2026).
Hal itu ditegaskan Muzani di pertemuan silaturahmi Pimpinan MPR RI dalam penyerahan bantuan untuk korban bencana delapan kabupaten di Aceh, di Kantor Pemerintah Provinsi (Pemprov Aceh, Selasa (10/2/2026).
Usulan badan rekonstruksi dan rehabilitasi khusus
Muzani menyampaikan Muzakir juga telah menggambarkan kondisi yang dihadapi saat ini sebagai 'tsunami kedua', mengingat besarnya dampak sosial, ekonomi, dan infrastruktur yang harus ditangani.
Salah satu usulan penting yang disampaikan adalah pembentukan badan rekonstruksi dan rehabilitasi khusus, sebagaimana pascatsunami Aceh sebelumnya, guna mempercepat pemulihan pascabencana.
Muzani juga mengungkapkan seluruh pokok pikiran dan aspirasi Pemprov Aceh telah disampaikan kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan mendapat respons positif.
Apresiasi kepada semua pihak yang terlibat
Muzani menyampaikan apresiasi atas kerja keras TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana RI (BNPB), dan seluruh jajaran pemerintah.
"Kami bangga atas kerja keras seluruh aparat dan pemerintah. Hingga saat ini hampir 99% listrik di Aceh telah kembali menyala, dan akses jalan serta jembatan yang sempat terputus terus dipulihkan," kata Muzani.
Di bidang kesehatan, lanjut Muzani, pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) terus memastikan pelayanan rumah sakit dan puskesmas tetap berjalan bagi masyarakat terdampak.
Seluruh langkah tersebut dilakukan atas arahan langsung Prabowo yang bertekad membangun kembali Aceh secara menyeluruh, bahkan lebih baik dari kondisi sebelum bencana.











