astakom.com, Jakarta — Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan agar TNI menjadi organisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Hal itu disampaikan oleh Menhan Sjafie dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI 2026 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur (Jaktim) kemarin.
Dalam keterangannya, Sjafrie menyampaikan bahwa TNI merupakan garda terdepan dan benteng terakhir kedaulatan Indonesia. Dia menekankan, mulai 2026 pembangunan kekuatan TNI harus mengalami revitalisasi mendasar dan tidak boleh lagi melihat ke belakang.
”Kita harus menekankan revitalisasi dan melaksanakan revolusi terhadap pembangunan kekuatan Tentara Nasional Indonesia. Mulai tahun 2026 ini, sampai ke depan, kita harus terus bergerak maju,” ujarnya, kemarin (11/2/2026).
Peran TNI menjaga kekayaan SDA
Tidak hanya itu, Sjafrie menyampaikan pentingnya peran TNI dalam menjaga kekayaan sumber daya alam (SDA) nasional sebagai bagian dari strategi pertahanan semesta.
Dia mengingatkan, ancaman modern tidak hanya berupa perang fisik, tetapi juga upaya pihak asing yang menginginkan kekayaan alam Indonesia.
Karena itu, kesiapan TNI dalam Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP) menjadi mutlak.
Tekankan pentingnya solidaritas TNI
Sejauh ini, Sjafrie melihat soliditas TNI sudah terbangun dengan baik. Dia menyebut, kekompakan mulai dari unsur pimpinan hingga prajurit di lapangan adalah modal utama bangsa.
”Saya melihat bahwa TNI sekarang kompak, solid. Baik di antara satuan-satuan yang ada di lapangan sampai ke tingkat para kepala staf angkatan dan sampai kepada tingkat panglima TNI. Tentunya itu sangat kita perlukan,” ujarnya.
Dalam Rapim TNI 2026, hadir lebih dari 500 perwira tinggi (pati) TNI. Baik pati TNI AD, TNI AL, maupun TNI. Setelah rapim TNI, kegiatan serupa akan dilaksanakan oleh masing-masing angkatan. Baik Angkatan Darat, Angkatan Laut, maupun Angkatan Udara.

