DPR: Pengiriman Prajurit TNI ke Gaza Bukan untuk Tempur, tapi untuk Dorong Perdamaian
astakom.com, Jakarta — Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto menegaskan, rencana pengiriman pasukan Indonesia ke Gaza merupakan bagian dari misi menjaga perdamaian, bukan untuk bertempur.
Utut menyampaikan, kehadiran pasukan Indonesia diarahkan untuk menjaga stabilitas dan mempercepat pemulihan Gaza dalam komitmen mendukung Palestina, bukan sebagai kekuatan perang.
Melansir astakom.com, sebelumnya diberitakan bahwa Indonesia telah bersiap kerahkan 5.000 hingga 8.000 personel TNI ke Gaza sebagai anggota pasukan perdamaian dalam komitmen mendukung Palestina.
Jumlah personel yang dikirim sesuai dengan kebutuhan
Utut juga menilai jumlah personel yang dikirim harus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan berdasarkan perhitungan Kementerian Pertahanan.
“Hemat saya tidak perlu terlalu besar, teman-teman di Kementerian Pertahanan sudah punya ukuran,” ujar Utut dalam konferensi pers Komisi I DPR RI di Gedung Nusantara II, Senayan Jakarta, kemarin (10/2/2026).
Ia menjelaskan, rencana pengiriman pasukan telah dibahas dalam berbagai forum, termasuk pertemuan Presiden RI dengan mantan menteri luar negeri, tokoh nasional, dan ilmuwan di Istana Negara, pada Rabu (4/2/2026) lalu.
Dalam pertemuan tersebut Presiden memaparkan secara menyeluruh mulai dari landasan filosofis hingga dinamika geopolitik global terkait konflik Gaza.
TNI siap dan menunggu keputusan perundingan internasional
Sementara itu, Wakil Menteri Pertahanan Donny Erman Taufanto menyatakan bahwa TNI telah menyiapkan prajurit yang sewaktu-waktu dapat diberangkatkan ke Gaza.
“Mabes TNI dan Panglima TNI sudah menyiapkan prajurit kita, intinya kita sudah siap dan tinggal menunggu perintah serta koordinasi,” ujar Donny.
Meski persiapan teknis telah dilakukan, kepastian pengiriman pasukan Indonesia ke Gaza masih menunggu keputusan politik pemerintah serta hasil koordinasi dan perundingan internasional yang hingga kini terus berlangsung.
Melansir astakom.com, sebelumnya diberitakan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan perkiraan jumlah pasukan yang bisa diberangkatkan ke Gaza sebagai pasukan perdamaian mencapai satu brigade atau 5.000-8.000 prajurit.












