Update Juni 2026: Mensos Spill 166 Sekolah Rakyat Beroperasi, Termasuk di Daerah 3T

Pewarta: A. Cuwantoro
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 22 Mei 2026 | 13:12 WIB
Update Juni 2026: Mensos Spill 166 Sekolah Rakyat Beroperasi, Termasuk di Daerah 3T
Gus Ipul mengatakan, hingga saat ini sebanyak 166 titik Sekolah Rakyat rintisan telah beroperasi sejak Juli hingga Oktober 2025 di berbagai provinsi di Indonesia. (Kemensos).

astakom.com, Jakarta – Kementerian Sosial Republik Indonesia terus memperluas program Sekolah Rakyat sebagai upaya memutus rantai kemiskinan di Indonesia. Program pendidikan gratis berkonsep asrama itu kini telah hadir di berbagai wilayah Tanah Air, termasuk daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), mulai dari Sabang hingga Merauke.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, hingga saat ini sebanyak 166 titik Sekolah Rakyat rintisan telah beroperasi sejak Juli hingga Oktober 2025 di berbagai provinsi di Indonesia.

“Sekolah Rakyat sudah tersebar mulai dari Aceh, Papua, NTT, Sulawesi Utara, hingga wilayah kepulauan seperti Anambas dan Natuna,” ujar Gus Ipul di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, kemarin (21/5/2026), dikutip dari laman Kemensos.

Bukti komitmen pemerintah

Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat di wilayah 3T menjadi bukti komitmen pemerintah menghadirkan akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk mereka yang tinggal di daerah terpencil dan sulit dijangkau.

Di wilayah Maluku, saat ini telah beroperasi tiga Sekolah Rakyat rintisan, yakni SRMA 40 Ambon, SRT 73 Maluku Tengah, dan SRT 74 Tual. Pemerintah juga telah mengusulkan pembangunan tahap berikutnya di Ambon, Seram Bagian Timur, Aru, dan Maluku Tenggara.

Gus Ipul menjelaskan, Kemensos bersama Kementerian Pekerjaan Umum saat ini terus mempercepat pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Pemerintah menargetkan 100 gedung permanen dapat digunakan tahun ini, dengan kapasitas masing-masing sekolah mencapai 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

“Kami terus berkonsolidasi dengan Kementerian PU agar tahun depan pembangunan 200 gedung Sekolah Rakyat bisa berjalan,” katanya.

Telah menjangkau 15 ribu anak dari keluarga kurang mampu 

Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk membantu anak-anak dari keluarga prasejahtera mendapatkan akses pendidikan gratis dan berkualitas.

Dalam proses penjangkauan siswa, Kemensos bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memastikan anak-anak putus sekolah, belum sekolah, maupun yang berisiko putus sekolah akibat kondisi ekonomi dapat kembali memperoleh pendidikan.

Hingga saat ini, sekitar 15 ribu anak dari keluarga kurang mampu telah mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah seiring penerimaan siswa baru tahun ajaran 2026, dengan target total mencapai 32.640 siswa di seluruh Indonesia. (ACwan/aNs)

Gen Z Takeaway

Sekolah Rakyat sekarang bukan cuma program biasa, tapi udah jadi harapan baru buat ribuan anak dari keluarga kurang mampu. Bayangin, sekolah gratis model asrama ini udah nyampe sampai daerah 3T kayak Natuna, Anambas, sampai Papua. Anak-anak yang tadinya putus sekolah atau bahkan belum pernah sekolah sekarang punya kesempatan buat ngejar mimpi lagi. Pemerintah juga lagi ngebut bangun ratusan gedung permanen biar makin banyak anak Indonesia bisa dapet pendidikan yang layak tanpa mikirin biaya.

Kemensos sekolah rakyat Sekolah Rakyat Prabowo Gus Ipul Mensos Gus Ipul

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB