Ramadhan Is Coming Guys! Menag Ajak Kita Semua Upgrade Empati dan Social Solidarity

Editor: AR Purba
Senin, 9 Februari 2026 | 12:39 WIB
Ramadhan Is Coming Guys! Menag Ajak Kita Semua Upgrade  Empati dan Social Solidarity

astakom.com, Jakarta - Menjelang bulan suci Ramadhan, Menteri Agama, Nasaruddin Umar mengingatkan kita semua kalau ibadah nggak cuma soal urusan sama Tuhan, tapi juga soal vibes empati dan solidaritas ke sesama.

Pesan ini diungkap langsung oleh Menag disaat sedang mengisi tausiyah di acara Pengajian Akbar yang digelar di Masjid UIN Alauddin Kampus 2, Gowa, Sulawesi Selatan pada Senin, (9/2/2026).

​Nasaruddin Umar ngejelasin kalau momen Isra’ Mi’raj yang baru saja kita lewati itu sebenarnya adalah "prolog" alias persiapan mental biar kita makin siap menyambut Ramadan.

Menurut beliau, puasa nanti jangan sampai cuma jadi ritual formal yang bikin laper doang, tapi harus bener bener menyentuh deep batin dan bikin kita makin peduli sama keadaan orang orang di sekitar kita.

Tips Shock Theraphy Menag

"Menjelang mulai syukur Ramadan, Bapak-Ibu sekalian, ada prolog yang Allah berikan kepada kita semuanya sebagai shock therapy untuk menghadapi Ramadan, yaitu Isra' Mi'raj," ujar Menag Nasaruddin Umar di hadapan jamaah, Senin (9/2/2026).

Menag Nasaruddin Umar juga menggarisbawahi kalau Ramadan itu momen yang paling pas buat nge reset atau menghidupkan kembali "kesucian" cara kita berinteraksi, baik itu ke sesama manusia maupun ke alam semesta.

Ia mengajak umat buat mulai geser fokus, jangan cuma sibuk ngejar goals pahala buat diri sendiri, pahala personal aja.

Menag Ajak Gak Cuma Kejar Lailatul Qadr

Sebaliknya, Menag mendorong kita buat nyari ridha Allah lewat action nyata yang bener bener bermanfaat bagi orang lain.

"Kita jangan mengejar Lailatul Qadr. Mana lebih penting kita mencari Lailatul Qadr atau mencari yang menurunkan Lailatul Qadr? Lailatul Qadr itu makhluk, surga itu makhluk. Yang kita butuhkan adalah siapa yang menurunkan Lailatul Qadr, Allah SWT," ucap Menag.

Ibadah Dari Hati Pake Cinta
Menag juga nambahin kalau semangat buat bantu sesama itu sebenarnya lahir dari rasa cinta yang tulus ke Sang Pencipta.

Mengutip filosofi dari tokoh legendaris Rabi’ah Adawiyah, Menag nekenin kalau ibadah yang didasari rasa cinta (mahabbah) itu bakal otomatis bikin kita punya rasa kasih sayang yang tulus ke siapa pun tanpa pandang.

"Saya menyembah Tuhan karena I love you my God. Saya mencintaimu. Jadi kalau mahabbah yang berbicara, kecil itu surga, kecil itu neraka. Kita harus yakin betul bahwa Tuhan itu Maha Pengasih, Maha Penyayang," tuturnya.

Menag juga me reminder bahwa keberagaman dan beda opini di tengah masyarakat itu harusnya disikapi sebagai rahmat yang bikin persaudaraan kita makin strong.

Beliau ngajak kita buat mencontoh tradisi para sahabat Nabi yang selalu bisa respect satu sama lain meskipun beda pandangan.

Menag Ajak: Jangan Jadikan Perbedaan Sebagai War
​Nah, strategi komunikasi Kementerian Agama buat nyambut Ramadan tahun ini emang lagi fokus banget buat ngebangun narasi Islam yang damai, toleran, dan bisa ngasih solusi buat masalah sosial yang ada.

"Perbedaan pendapat di antara umat itu adalah rahmat. Kita kadang kadang mendebat orang tidak ada cinta. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, karena dengan menyandarkan segala sesuatu kepada Allah, maka beban seberat apa pun akan menjadi ringan," tegas Menag.

Sebagai penutup, Menag mengimbau kita semua buat jadiin Ramadan tahun ini sebagai "madrasah" atau tempat belajar buat ngasah kepekaan sosial kita.

Nggak cuma urusan sama manusia, beliau juga ngajak kita buat jaga kelestarian alam lewat konsep ekoteologi dan memperkuat tali silaturahmi buat bangsa yang harmonis.

Gen Z Takeaway
Ramadan 2026 ini bukan waktunya buat jadi "sholeh/sholehah" yang individualis. Pesan dari Menag Nasaruddin Umar jelas banget: gunain momen puasa buat upgrade level empati lo. Fokusnya harus geser dari sekadar "yang penting gue dapet pahala" ke arah gimana keberadaan lo bisa jadi benefit buat orang lain, jaga kelestarian alam lewat ekoteologi, dan tetap respectful sama perbedaan. It's time to be more solid and spread the love!

filosofi mahabbah nasaruddin umar gowa pesan ramadhan menag solidaritas sosial ramadhan upgrade empati 2026

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB