Ngerii! Niat Liburan, Bocah WNI Usia 6 Tahun Ditabrak di Singapura, Soroti Kronologi Kejadiannya...
astakom.com, Jakarta - Kabar duka yang bener bener ngiris hati banget datengnya dari negara Singapura.
Seorang anak perempuan berumur 6 tahun asal Indonesia (WNI) dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tragis tertabrak mobil di kawasan Chinatown, Singapura, pada Jumat kemarin.
Melansir dari The Straits Times, pada Senin, (9/2/2026) insiden ini terjadi sekitar pukul 11.50 siang waktu setempat.
Lokasi kejadiannya berada di South Bridge Road, tepat di area Buddha Tooth Relic Temple yang emang dikenal sebagai salah satu spot wisata paling ramai dan populer di sana.Momen Holiday Jadi Tragedi Yang Tak Terduga
Pihak Kepolisian Singapura mengonfirmasi kalau mereka menerima laporan kecelakaan yang melibatkan 1 unit mobil dan 2 orang pejalan kaki.Setelah ditelusuri, ternyata kedua pejalan kaki tersebut adalah pasangan ibu dan anak asal Indonesia (WNI) yang masing masing berusia 31 tahun dan 6 tahun.
Berdasarkan laporan dari media berbahasa mandarin Lianhe Zaobao, ibu dan anak ini kabarnya memang lagi asyik menikmati waktu liburan mereka di Singapura.
Sayangnya, momen holiday yang harusnya menyenangkan itu justru berubah jadi tragedi yang nggak terduga bagi keluarga tersebut.
Saksi Mata Kejadian
Ada seorang saksi mata yang kebetulan lagi jalan tepat di belakang korban dan ngelihat langsung kejadiannya.Menurutnya, tiba tiba ada sebuah mobil yang melaju keluar dari area parkir di samping kuil dan seketika langsung menabrak korban.
"Saya pejalan kaki pertama di belakang seorang ibu dan anaknya. Pengemudi terlihat hanya menoleh ke kiri saat berbelok ke kanan," tuturnya di laman Facebook SG Road Vigilante.
Ia mengatakan mobil tersebut secara dadak nabrak sampe roda belakangnya melindas tubuh korban sang ibu.
Momen mencekam tersebut sempat terekam dalam foto dan video yang beredar di media sosial. Di situ terlihat seorang pria yang berusaha menggendong anak korban, sementara sang ibu tampak masih terbaring lemas di jalanan.
Warga di lokasi kejadian pun langsung gercep gerak cepat kasih pertolongan. Ada yang berusaha melindungi korban dari terik matahari pakai payung sambil nunggu ambulans datang.
Kondisi Ibu dan Anak
Kabarnya, ibu dan anak ini sebenarnya masih dalam kondisi sadar saat dilarikan ke rumah sakit. Namun sayangnya, takdir berkata lain, nyawa sang anak nggak tertolong akibat luka parah yang dialaminya, sementara sang ibu sampai saat ini masih harus menjalani perawatan medis.Pihak Singapore Civil Defence Force mengonfirmasi kalau kedua korban langsung dilarikan ke Singapore General Hospital sesaat setelah kejadian untuk penanganan darurat.
Nggak butuh waktu lama buat pihak kepolisian Singapura bertindak. Pada Minggu (8/2/2026), polisi menyatakan sudah menangkap pengemudi mobil tersebut, yang ternyata seorang perempuan berusia 38 tahun.
Si pengemudi ini sekarang sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan mengemudi tanpa pertimbangan wajar careless driving yang sampai mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.
Singapura Angka Kecelakaan Naik?
Data terbaru menunjukkan kalau angka kecelakaan lalu lintas di Singapura belakangan ini emang lagi naik-naiknya.Sepanjang Januari sampai September 2025, jumlah kecelakaan yang sampai memakan korban luka maupun meninggal dunia melonjak 7,4 persen.
Secara angka, total kejadiannya mencapai 5.765 kasus. Padahal, di periode yang sama pada tahun 2024 kemarin, angkanya masih di kisaran 5.368 kasus.
Tren kenaikan ini tentu jadi red flag banget bagi para pengguna jalan, apalagi buat para turis yang lagi asyik liburan di sana.













