Jumat, 13 Mar 2026
Jumat, 13 Maret 2026

Kelas! Antisipasi Kebocoran Keuangan, Prabowo Rencanain Kredit Rp200M Lebih Harus Lewat Persetujuan Presiden!

astakom.com, Jakarta – Heboh postingan di Instagram soal gebrakan Presiden Prabowo Subianto ngatur permintaan kredit dari sektor perbankan lebih dari Rp200 Miliar yang sekarang harus disetujui dulu sama Presiden Prabowo.

Video yang diposting sama akun maoinfoindonesia memperlihatkan Susno Duadji dalam suatu acara. Susno Duaji bilang kalau Prabowo punya kebijakan yang bagus soal mengatur kredit”

“Pertumbuhan ekonomi sekian menggembirakan, tapi yang nikmati ini orang disebut namanya. Ini orang yang menikmati tidak lebih dari sekian, yang menguasai sekian juta tanah, yang menuasai sekian ini. Kemudian yang dapet kredit sampai dengan Rp5700 triliun melebihi APBN,” kata Susno dalam reels yang berdurasi singkat itu, dikutip pada Senin (9/2/2026).

“Dengan saya (Presiden Prabowo) tidak bisa, katanya! Kredit Rp200 miliar ke atas harus tanda tangan saya (Presiden Prabowo)” tambahnya.

Dalam captionnya tertulis: “Nyalinya Presiden Prabowo baja banget 🫵🥶 #fyp #prabowo #prabowosubianto #ekonomi #viral.

Respon netizen: respek sama kebijiakan Prabowo

Apa yang dibilang Susno soal kebijakan baru Presiden Prabowo menuai banyak respons positif dari netizen. Ada yang bilang kalo Presiden Prabowo selalu memperjuangkan hak rakyat.

“Tanpa ada nya setiran dari pihak manapun di hati dan jiwa nya hanya berkorban untuk rakyat kecil, menyala pak presiden ku.👏👏,” tulis salah satu akun, yang jadi top comment.

“Nyata Persident yg berani memperjuanhkan hak rakyatnya dan mempertahankan kesejahtraan dan kemajuan NKRI Amazing good bless My president prabowo subianto ❤️🙌🔥,” tulis salah satu akun lainnya.

“Nyalinya gede,” sahut akun lain.

Kredit di atas Rp200 Miliar harus lewat persetujuan Presiden Prabowo

Sebelumnya, statement itu pernah disampaikan Presiden Prabowo dalam pertemuan di Kertanegara, 30 Januari 2026 lalu.

Dia bilang kalau setiap kredit di atas Rp200 miliar wajib dapet persetujuan dan harus lewat tanda tangan langsung dari Presiden Prabowo.

Perketat pengawasan dan pemberian kredit

Presiden Prabowo juga tegaskan kalau pengawasan kredit harus ketat. Hal ini untuk mencegah penyimpangan, sekaligus merespons gosip adanya pihak yang diduga dapet kredit sampe Rp5.700 triliun. Angka itu bahkan lampaui APBN.

“Dengan pengawasan langsung, hal semacam itu tidak mungkin terjadi,” ungkapnya dengan tegas, dikutip dari beberapa media pada Senin (9/2/2026).

Gen Z Takeaway
Sosmed lagi rame soal kebijakan Presiden Prabowo yang mewajibkan persetujuan langsung untuk kredit di atas Rp200 miliar. Kebijakan ini dinilai netizen sebagai langkah berani buat ngerem kredit jumbo biar nggak dinikmati segelintir elite. Goal-nya clear: pengawasan ketat, no abuse, dan ekonomi lebih fair.

Feed Update

Drama Selat Hormuz: Dua Kapal Pertamina Masih Hold di Teluk, Pemerintah Gaspol Negosiasi

astakom.com, Jakarta - Dua kapal Pertamina, yaitu VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih berada di zona konflik Timur Tengah (Timteng). Pemerintah saat ini terus bernegosiasi...

APBN Defisit Rp135,7 Triliun di Triwulan I 2026, Purbaya Sebut Masih Terkendali

astakom.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sampai Februari 2026 dalam gelaran konferensi pers...

Harga Emas Kompak Drop, Antam Turun Rp45 Ribu

astakom.com, Jakarta - Harga emas hari ini Kamis (12/3/2026) kompak turun. Untuk emas antam turun Rp45.000 jadi Rp3.042.000 per gram, dari harga sebelumnya 11...

Genap Setahun, Rosan: Danantara Jadi Kekuatan RI Hadapi Tensi Geoekonomi Global

astakom.com, Jakarta - Dalam rangka tasyakuran satu tahun Danantara, CEO Danantara Rosan Roeslani menyampaikan pesan menyentuh tentang keberadaan Danantara. Rosan menyebut dalam satu tahun adanya...

Komisi XI DPR Umumkan 5 Anggota DK OJK, Friderica Jadi Ketua

astakom.com, Jakarta - Setelah melalui uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) kepada 10 calon Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK), Komisi...

Positif! Kuartal I 2026: Indikator Ekonomi Domestik Ekspansi Kuat, Purbaya: Tetap Waspadai Ketidakpastian Global!

astakom.com, Ekbis- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa ekonomi Indonesia tengah mengalami ekspansi yang kuat pada kuartal I awal tahun 2026 ini. Indikator...