Gaza Update: Sedih Banget! Gerbang Rafah Akhirnya Dibuka, Tapi Kenapa Baru 180 Warga yang Berhasil Lolos?

Editor: Nur Nadiah Islamiyah
Senin, 9 Februari 2026 | 11:59 WIB
Gaza Update: Sedih Banget! Gerbang Rafah Akhirnya Dibuka, Tapi Kenapa Baru 180 Warga yang Berhasil Lolos?
Gaza Update: Sedih Banget! Gerbang Rafah Akhirnya Dibuka, Tapi Kenapa Baru 180 Warga yang Berhasil Lolos? (Astakom / British Red Cross)

astakom.com, Jakarta - Kabar terbaru dari otoritas Gaza setempat menyebutkan kalau proses evakuasi di perbatasan Rafah masih tergolong sangat lambat.

Sejak akses keluar dibuka secara terbatas sekitar seminggu yang lalu, ternyata baru sekitar 180 warga Palestina yang bisa bener bener bisa move meninggalkan wilayah tersebut secara terbatas.

Angka ini dianggap masih minim banget dibanding jumlah warga yang berharap bisa segera mencari tempat yang lebih aman, dikutip oleh astakom pada Senin, (9/2/2026).

​Akses Satu Satunya ke Mesir Akhirnya Open

Jalur Rafah emang jadi satu satunya gate buat warga Gaza yang mau ke Mesir tanpa perlu lewat wilayah Israel.

Setelah hampir dua tahun lamanya dikuasai sama militer Israel, jalur krusial ini akhirnya mulai beroperasi kembali per tanggal 2 Februari 2026 kemarin.

Ini jadi momen yang paling ditunggu-tunggu karena akses ini adalah jalan utama buat mereka yang butuh pertolongan darurat di luar wilayah konflik.

Ismail al-Thawabteh, selaku Kepala kantor media di Gaza, menuturkan kalau dalam rentang hari Senin sampai Kamis kemarin, tercatat baru ada 135 orang yang berhasil menyeberang ke arah Mesir.

Prioritas Pasien yang Kritis, Evakuasi Medis yang Gercep

Kebanyakan dari mereka yang diprioritaskan lewat adalah para pasien yang kondisinya lagi kritis dan butuh penanganan medis gercep, lengkap bareng pendamping mereka masing masing.

"Statistik resmi menunjukkan adanya pembatasan perjalanan yang sangat ketat di perbatasan Rafah sejak dibuka kembali hingga Kamis lalu," ujar Thawabteh, melansir dari TRT World, Senin, (9/2/ 2026).

Thawabteh juga ngasih info kalau gerbang perbatasan Rafah ini nggak buka terus terusan, soalnya sempat "off" alias ditutup sementara pada hari Jumat dan Sabtu kemarin.

Penutupan ini otomatis bikin arus evakuasi warga jadi terhenti sejenak sebelum akhirnya dibuka kembali untuk umum di hari berikutnya.

Pada hari Minggu, ada tambahan sekitar 44 orang lagi yang dilaporkan berhasil move dari Gaza menuju Mesir.

Kabar ini juga dikonfirmasi sama Direktur Rumah Sakit al-Shifa, Mohammed Abu Salmiya, yang bilang kalau rombongan terakhir ini isinya 19 pasien bareng kerabat yang nemenin mereka.

Jadi, kalau ditotal secara keseluruhan sejak awal dibuka, baru ada sekitar 179 warga yang sukses menyeberang mencari tempat aman.

Momen Haru, Akhirnya Bisa Medical Trip, Demi Kesembuhan Anak
Salah satu warga bernama Rajaa Abu al-Jadian bener-bener merasa lega dan bersyukur banget karena akhirnya bisa move ke Mesir.

Al Jadian mengaku sudah menunggu momen ini selama setahun penuh demi bisa membawa putranya yang mengalami cedera parah untuk mendapatkan tindakan medis lanjutan.

"Ini adalah prosedur yang harus dilakukan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada kakinya," ucap Al-Jadian.

​Pembukaan kembali akses Rafah ini sebenarnya merupakan bagian dari skema gencatan senjata yang diusulkan Presiden AS Donald Trump buat meredakan krisis kemanusiaan yang lagi parah parahnya di Gaza.

Akses Warga Gaza, Terbatas? 
Menariknya, nggak cuma arus keluar saja, tercatat ada sekitar 88 warga Palestina yang justru memilih buat balik lagi ke Gaza dari Mesir demi bisa reunion alias kumpul lagi bareng keluarga besar mereka di sana.

Meskipun sudah dibuka, situasinya tetap masih urgent banget karena ada sekitar 20.000 pasien di Gaza termasuk 4.500 anak anak yang bener bener butuh perawatan medis di luar negeri gara gara fasilitas kesehatan lokal yang sudah lumpuh total.

Sampai detik ini, pihak Israel memang masih sangat selektif dan cuma kasih izin lewat buat para pasien serta keluarga inti yang mendampingi mereka saja.

Walaupun dibukanya jalur ini jadi titik terang dan angin segar buat ribuan warga yang terluka, nyatanya PBB bareng organisasi kemanusiaan dunia lainnya masih nggak tinggal diam.

Gen Z Takeaway 
Intinya, meskipun gerbang Rafah akhirnya "open" lagi, proses evakuasinya masih terasa super lambat dan selektif banget. Dengan total baru 179 orang yang berhasil lolos, sementara ada puluhan ribu pasien kritis yang masih waiting list, jalur ini bener-bener jadi tumpuan harapan terakhir di tengah kondisi fasilitas kesehatan yang sudah lumpuh total. Desakan global agar akses dibuka penuh tanpa syarat pun makin kencang, karena jutaan nyawa di sana sudah nggak punya waktu lagi buat sekadar nunggu antrean.

evakuasi warga gaza gerbang rafah dibuka krisis kemanusiaan palestina pasien darurat gaza update gencatan senjata 2026

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB