Cuma RS Indonesia yang Masih Berdiri di Gaza Utara, Tim MER-C Spill Kondisinya Makin Mengkhawatirkan
astakom.com, Jakarta - Di tengah gempuran konflik yang nggak ada habisnya, RS Indonesia di wilayah Gaza Utara jadi satu satunya infrastruktur yang masih bertahan tegak di sana.
Meskipun posisinya masih standing, namun fakta di lapangan menunjukkan kalau gedung hasil donasi warga +62 ini kondisinya udah hancur hancuran banget akibat rentetan serangan militer Israel yang terus menerus menghantam area tersebut secara brutal.
Kabar duka lainnya, gedung sekolah perempuan Secondary School for Girls yang letaknya persis di samping rumah sakit tersebut sekarang sudah rata dengan tanah jadi puing dikutip oleh astakom pada Senin, (9/2/2026).
Kejadian ini bikin RS Indonesia makin kelihatan menyendiri di tengah hamparan reruntuhan, seolah olah jadi saksi bisu betapa parahnya situasi keamanan di sana, padahal kabar soal gencatan senjata sempat berhembus kencang belakangan ini.Misi Tim Medis di Tengah Bahaya
Organisasi kemanusiaan MER-C Medical Emergency Rescue Committee tetap menunjukkan komitmen yang real dengan terus menyiagakan tim medis serta dokter-dokter spesialis di lokasi tersebut.Meski fasilitas medis makin terbatas dan nyawa jadi taruhan karena ancaman serangan susulan, para pahlawan kemanusiaan ini tetap bertahan buat memberikan treatment kesehatan bagi warga Palestina yang jadi korban perang.
Satu-Satunya Harapan Buat Warga Gaza
Kehadiran RS Indonesia ini punya peran yang sangat krusial dan jadi tumpuan terakhir buat akses kesehatan masyarakat di Gaza bagian utara.Mengingat semua bangunan di sekitarnya sudah hancur total, rumah sakit ini terus dipaksa bekerja ekstra keras demi melayani ribuan warga yang membutuhkan pertolongan medis darurat setiap harinya.
Kondisi Fisik Bangunan yang Makin Kritis
Walaupun statusnya satu satunya gedung yang belum roboh, kerusakan struktural pada RS Indonesia sudah masuk kategori lampu merah atau sangat parah.Tembok yang berlubang dan fasilitas penunjang yang rusak akibat ledakan udara penjajah bikin operasional medis harus berjalan di bawah tekanan yang bener-bener gila dan penuh risiko.
Latar belakang RS
Pembangunan RS Indonesia ini punya sejarah panjang sebagai bukti cinta masyarakat Indonesia untuk warga Palestina, di mana pembangunannya dimulai sejak tahun 2011 dan resmi beroperasi penuh beberapa tahun kemudian.Proyek ini dibiayai murni dari hasil donasi tanpa bantuan pemerintah asing, yang menjadikannya simbol diplomasi kemanusiaan paling ikonik antara kedua negara.
Sejak konflik memanas, RS Indonesia sudah berkali-kali menjadi sasaran serangan udara maupun pengepungan militer darat.
Sebelumnya, beberapa staf medis dan relawan juga dilaporkan sempat kehilangan kontak akibat kerusakan jaringan komunikasi di Gaza Utara, namun hingga kini upaya pemulihan fasilitas dan pengiriman logistik terus diupayakan meski akses menuju lokasi diblokade secara ketat.













