Bukan Kaleng-Kaleng! Prabowo Gas Pengelolaan Dana Umat Terpusat dan Profesional
astakom.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto pengen Indonesia punya lembaga pengelolaan dana umat yang profesional. Hal ini diungkapin saat Presiden hadir di acara pengukuhan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
Presiden bilang dana umat yang selama ini tersebar bisa jadi kekuatan ekonomi besar jika dikelola secara terpusat dan profesional.
Dari laporan yang diterimanya dari Menteri Agama soal besaran dananya, dia yakin dana akan memberi dampak luas bagi kesejahteraan masyarakat, lewat pengelolaan yang tertrib dan transparan."Saya diberi laporan oleh Menteri Agama kalau dana umat semua dikelola dengan baik itu bisa jumlahnya minimal Rp 500 triliun satu tahun," kata Prabowo dikutip dari rilis yang diterima Astakom pada Minggu (9/2/2026).
Lahan untuk lembaga umat islam
Prabowo juga bilang kalau pemerintah udah siapin lahan sekitar 4.000 meter persegi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, buat bangun gedung lembaga-lembaga umat Islam, termasuk MUI dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).Gedung itu nantinya bakal digunain sebagai pusat aktivitas berbagai institusi Islam.
"Saya sebagai Presiden telah menyediakan lahan di depan Bundaran HI sebesar kurang lebih 4.000 meter untuk gedung bagi MUI dan badan-badan umat Islam seperti Baznas dan lembaga-lembaga lain," katanya.
Pembangunan dihandle sama Menteri Agama
Gedung itu akan dibangun jadi puluhan lantai, dengan detail pembangunannya diserahkan kepada Menteri Agama.Menurut Prabowo gedung yang ada di pusat ibu kota diharapkan jadi simbol penguatan peran lembaga umat.
"Di Bundaran HI jangan hanya ada hotel mewah, jangan hanya ada mal. Nanti ada gedung yang akan diperuntukkan bagi lembaga-lembaga umat Islam," kata Prabowo.
Apresiasi peran MUI
Dilansir dari redaksi astakom.com, pada kesempatan itu, Presiden Prabowo juga mengapresiasi peran strategis MUI dalam menjaga stabilitas, ketenangan, toleransi, dan persatuan nasional, terutama saat bangsa menghadapi berbagai situasi sulit, termasuk bencana di sejumlah daerah."Majelis Ulama Indonesia selalu mengambil peran yang sangat besar dan menentukan dalam kehidupan bangsa dan negara. MUI selalu menjadi pilar stabilitas, pilar ketenangan, pilar kesejukan," ujarnya.
"MUI tidak pernah tidak hadir setiap bangsa mengalami kesulitan. MUI tidak pernah absen pada saat-saat negara sulit," lanjut Prabowo.









