Gokil! Pertamina Gaspol Hilirisasi Bioethanol–Bioavtur, Impor BBM Auto Dikurangin
astakom.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) resmi meletakan batu pertama (groundbreaking) buat dua proyek energi alternatif yaitu pembangunan pabrik bioethanol di Banyuwangi Jawa Timur dan perluasan fasilitas kilang hijau (bio-refinery) di Cilacap, Jawa Tenga pada Jumat kemarin (6/2/2026).
Dua proyek hilirisasi Danantara fase 1 yang udah digroundbreaking ini, diharapkan bisa bikin Indonesia mandiri energi atau tekan impor bahan bakar minyak (BBM).
Soal proyek bioethanol di Banyuwangi, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono bilang inisiatif ini diharapkan bisa ngurangin impor BBM sampe USD 13,9 juta."Upaya Ini akan menekan impor BBM dan menekan emisi karbon. Melalui substitusi impor BBM senilai USD 13,9 juta USD akan dicapai ketahanan energi, Dan melalui pengurangan emisi karbon senilai 66 juta ton CO2," kata Agung, Jumat (6/2/2026).
Ubah tetes tebu jadi bioethanol
Selain itu, dia juga bilang kalau Pertamina akan mengolah tetes tebu (molase), yang merupakan residu produksi gula, diubah jadi bioethanol, kapasitasnya sampe 30 ribu kiloliter (kl).Buat pasokan bahan bakunya mau dipasok dari pabrik gula punya PTPN III di Glenmore, Banyuwangi. Hasil bioethanol itu nantinya mau dicampur di terminal BBM dulu, lanjut didistribusikan ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
"Saat ini sudah terdapat 177 SPBU di Pulau Jawa yang menyalurkan Pertamax Green 95, produk Pertamina dengan kandungan ethanol 5 persen, yang merupakan bentuk energi bersih," katanya.
Upgrade kapasitas dan produksi bbm ramah lingkungan
Lanjut proyek hilirisasi kedua yang udah digroundbreaking yaitu perluasan proyek kilang hijau di Cilacap. Lewat proyek ini, kapasitas produksi bakal diupgrade dari 3.000 to 6.000 barel per hari.Direktur Strategi Portofolio dan Pengembangan Usaha Pertamina Emma Sri Martini bilang kalau kilang hijau itu bakal ngolah minyak jelantah jadi bahan bakar ramah lingkungan, termasuk bioavtur.
Kata Emma, proyek ini sejalan dengan program hilirisasi pemerintah dan dukung Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya mencapai swasembada energi.
"Ini bisa mengurangi impor dan mengurangi defisit neraca transaksi berjalan. Dan ini juga bisa menghasilkan multiplier effect yang bisa menurunkan karbon emisi," katanya.
Presiden instruksikan proyek digaspol
Program ini terus digaspol sama pemerintah supaya manfaatnya bisa cepet dirasain sama masyarakat. Sesuai sama harapan Presiden Prabowo beberapa waktu lalu.Dilansir dari redaksi astakom.com, 6 proyek hilirisasi fase pertama ini tersebar di 13 lokasi.
Kata CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani proyek hilirisasi ini adalah program Presiden Prabowo Subianto sekaligus jadi program utama Danantara.
"Program hilirisasi ini dipastikan tak hanya memberikan return yang baik tapi penciptaan lapangan kerja, nilai tambah yang akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi," kata Rosan dalam Groundbreaking Hilirisasi Fase-1, Jumat (6/2/2026).









