Sekjen ASEAN Spill Cara Berantas Online Scam yang Makin Meresahkan, 'Gak Bisa Cuma Setengah-Setengah!'

Editor: Nur Nadiah Islamiyah
Kamis, 5 Februari 2026 | 15:36 WIB
Sekjen ASEAN Spill Cara Berantas Online Scam yang Makin Meresahkan,  'Gak Bisa Cuma Setengah-Setengah!'
Sekjen ASEAN Spill Cara Berantas Online Scam yang Makin Meresahkan, 'Gak Bisa Cuma Setengah-Setengah!' (Astakom / ilustrasi gemini)

astakom.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn menyatakan komitmen ASEAN untuk meningkatkan kerja sama regional dalam memerangi penipuan daring (scam online) dan kejahatan siber lintas negara, termasuk yang marak di Kamboja.

Penipuan online bukan fenomena baru di Asia Tenggara, kata Kao Kim Hourn.

Menurutnya, melalui Deklarasi Integrasi ASEAN yang diadopsi di Indonesia pada tahun 2020, para pemimpin ASEAN telah memperkirakan bahaya tersebut.

Komitmen Total ASEAN Lawan Kejahatan Siber Global

"Ini bukan masalah yang hanya terjadi di satu negara atau satu kawasan. Ini adalah tantangan global. Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, memang membawa manfaat besar, tetapi juga menjadi tantangan nyata bagi pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha,” ujar Kao Kim Hourn, pada Rabu kemarin dikutip oleh astakom pada Kamis, (5/2/2026).

Ia memaparkan bahwa isu kejahatan online telah dibahas secara teratur di berbagai forum ASEAN.

Pada Januari lalu, para Menteri Digital ASEAN membahas kembali masalah penipuan online di pertemuan mereka di Vietnam.

Sebelumnya, pada pertemuan mereka di Laos pada 2024, para menteri juga membahas 10 ancaman utama terhadap wilayah ASEAN, di mana elemen kejahatan daring telah dimasukkan sejak 2020.

"Jadi anggapan bahwa penipuan online adalah fenomena baru itu tidak tepat. Ancaman ini sudah lama kita hadapi,” ucapnya.

Kolaborasi Negara Mitra dan Forum Jaksa Agung

Untuk memerangi penipuan online, ASEAN membentuk berbagai mekanisme, salah satunya adalah Pertemuan Menteri Digital ASEAN.

Selanjutnya, strategi ini diterapkan secara menyeluruh di tingkat ASEAN dan melibatkan partner internasional seperti Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, AS, dan organisasi internasional seperti Uni Internasional.

Selain itu, Kao Kim Hourn menekankan upaya penting ASEAN untuk meningkatkan elemen penegakan hukum.

Perjanjian Ektradisi, Ruang Gerak Pelaku Makin Sempit
Setelah bertahun tahun bernegosiasi, Perjanjian Ekstradisi ASEAN akhirnya disetujui dan ditandatangani pada November tahun lalu oleh negara negara anggota ASEAN.

"Sekarang, pelaku kejahatan tidak bisa lagi dengan mudah melarikan diri dari satu negara ke negara lain. Kita juga telah membentuk Pertemuan Jaksa ASEAN dan Jaksa Agung, yang menjadi mekanisme baru untuk memperkuat koordinasi penegakan hukum di kawasan,” tegasnya.

Ia yakin bahwa anggota negara akan memanfaatkan sepenuhnya mekanisme tersebut, terutama dalam menghadapi kejahatan transnasional seperti penipuan online yang berkembang biak lintas batas, termasuk di wilayah Kamboja.

Target Tahun Ini, Perjanjian Ganti Rugi Digital
Ke depan, ASEAN sedang memproyeksikan Perjanjian Ganti Rugi Kerugian Digital ASEAN, yang diharapkan selesai tahun ini sebelum masuk ke tahap ratifikasi.

Perjanjian ini dianggap penting karena akan mendorong pertumbuhan ekonomi digital dan melindungi masyarakat dari pelanggaran siber.

“Kita tidak kebal terhadap ancaman teknologi dan penipuan online. Karena itu, kerja sama regional dan global menjadi kunci untuk mengatasi tantangan ini,” tutup Kao Kim Hourn.

Gen Z Takeaway 
Sekjen ASEAN, Kao Kim Hourn, baru aja nge-spill kalau mereka lagi all-in buat berantas sindikat online scam yang makin liar di Asia Tenggara, termasuk yang lagi rame di Kamboja. Nggak cuma sekadar imbauan, ASEAN udah nyiapin "senjata" maut berupa Perjanjian Ekstradisi biar para pelaku nggak bisa lagi ghosting pindah-pindah negara buat kabur dari hukum. Selain itu, mereka lagi ngebut buat nyelesain aturan ganti rugi digital biar korban nggak cuma rugi bandar, tapi ada proteksi hukum yang jelas. Intinya, ASEAN mau mastiin ruang digital kita tetap aman terkendali dari gangguan sindikat yang makin pinter gara-gara AI, biar masa depan ekonomi digital kita tetap stonks!

Asean update Cyber Safety 2026 Ekstradisi ASEAN Keamanan Digital Perang Online Scam

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB