Informan FBI Sebut Jeffrey Epstein Ternyata Mata-Mata Israel? Bongkar Sisi Gelap Penjahat Seksual!
astakom.com, Jakarta - Publik lagi dibuat shock parah sama bocoran dokumen Departemen Kehakiman Amerika Serikat yang baru aja rilis minggu lalu.
Seorang informan FBI yang menyamar sebagai orang lain "yakin" bahwa seorang pengusaha yang tercela bernama Jeffrey Epstein adalah mata-mata Israel.
Hal ini didapat dari sebuah dokumen yang termasuk dalam jutaan halaman yang dirilis pekan lalu oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS).Menurut laporan yang beredar luas, klaim ini bukan sekadar omon omon karena dokumen setebal jutaan halaman itu menyebutkan adanya koneksi khusus antara sang pengusaha dengan jaringan intelijen sekutu.
Keterangan tambahan dari agen samaran tersebut mengungkap kalau pengacara Epstein, Alan Dershowitz, pernah membisikkan info ke Jaksa Agung Distrik Selatan Florida bahwa "Epstein bergabung dengan dinas intelijen dan sekutu Amerika Serikat".
Koneksi Ehud Barak dan Spekulasi Rekrutmen Mossad
Informan ini juga punya bukti berupa rekaman obrolan yang memperlihatkan adanya komunikasi rutin dengan Mossad setelah sesi telepon antara pengacara dan Epstein berakhir."CHS (Children's Health Service) membagikan rekaman panggilan telepon antara Dershowitz dan Epstein, di mana ia mencatat percakapan tersebut. Setelah panggilan panggilan ini, Mossad kemudian akan menghubungi Dershowitz untuk memberikan pengarahan. Epstein dekat dengan mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Barak (Barak), dan dilatih sebagai mata-mata di bawahnya," demikian isi dokumen tersebut, melansir dari Anadolu, Kamis (5/1/2026).
Kabarnya, sosok Ehud Barak yang merupakan eks Perdana Menteri Israel, disebut-sebut sebagai mentor yang melatih Epstein buat jadi agen rahasia.
Dokumen itu menyatakan bahwa Barak "percaya Netanyahu adalah seorang kriminal" dan menyatakan bahwa informan "menjadi yakin bahwa Epstein adalah agen Mossad yang direkrut" dalam konteks konflik regional yang melibatkan Israel.
Meskipun ada catatan yang mengatakan "lihat laporan sebelumnya", maksudnya tidak jelas.
Keterlibatan Alan Dershowitz dalam Lingkaran Intelijen
Gak cuma Epstein, nama sang pengacara Alan Dershowitz juga ikutan kena spill di dokumen ini.Informan rahasia tersebut percaya kalau Dershowitz sendiri sudah direkrut buat jalanin misi-misi tertentu dari Mossad.
Selanjutnya, sumber tersebut memberi tahu FBI bahwa Dershowitz mengatakan kepada mereka bahwa
"jika dia masih muda, dia akan memegang senjata kejut sebagai agen Intelijen Israel (Mossad)."ucapnya.
"CHS percaya Dershowitz direkrut oleh Mossad dan mengikuti misi mereka," demikian isi dokumen tersebut.
Dokumen Rahasia Departemen Kehakiman AS yang Bocor ke Publik
Rilisnya data masif dari Departemen Kehakiman minggu lalu beneran bikin elit politik dan keuangan dunia ketar-ketir.Beberapa tokoh penting termasuk Dershowitz dan anggota elit politik dan keuangan lainnya disebutkan dalam kumpulan dokumen terbaru terkait Epstein yang dirilis pekan lalu oleh Departemen Kehakiman.
Banyak nama high profile yang terseret dalam jutaan halaman catatan tersebut, termasuk detail mengenai komunikasi tersembunyi yang selama ini nggak pernah terendus media.
Skandal Perdagangan Seks dan Jaringan Elit Global
Selama ini dunia mengenal Jeffrey Epstein sebagai dalang di balik jaringan perdagangan seks yang melibatkan banyak tokoh berpengaruh dan kaya raya.Korban korbannya menuduh kalau dia mengoperasikan skema gelap ini bukan cuma buat kepuasan pribadi, tapi diduga sebagai alat kontrol terhadap para elit. Dengan adanya isu mata mata ini, publik mulai curiga kalau jaringan tersebut mungkin dipake buat ngumpulin materi pemerasan (blackmail) demi kepentingan intelijen internasional.













