BPS: Tingkat Ketimpangan Indonesia Turun per September 2025, Termasuk Perkotaan-Perdesaan!
astakom.com, Jakarta — Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia alami penurunan pada September 2025.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan penurunan tersebut menunjukkan ketimpangan pengeluaran masyarakat semakin membaik. Penurunan ini terlihat dari angka gini ratio yang lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.
Pada September 2025, gini ratio Indonesia tercatat sebesar 0,363. Angka ini turun 0,012 poin dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 0,375. Jika dibandingkan dengan September 2024, gini ratio juga turun 0,018 poin dari posisi 0,381.
“Secara nasional, gini ratio pada September 2025 tercatat sebesar 0,363, turun dibandingkan Maret 2025 maupun September 2024,” ujarnya di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Penurunan kemiskinan di perkotaan dan perdesaan
Penurunan ketimpangan juga terjadi di wilayah perkotaan dan perdesaan. Di daerah perkotaan, gini ratio pada September 2025 tercatat sebesar 0,383. Angka ini lebih rendah dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 0,395 dan September 2024 yang sebesar 0,402.
Sementara itu, gini ratio di daerah perdesaan pada September 2025 tercatat sebesar 0,295. Angka ini turun dari 0,299 pada Maret 2025 dan 0,308 pada September 2024.
Tren penurunan ketimpangan di Indonesia
Berdasarkan ukuran ketimpangan Bank Dunia, distribusi pengeluaran pada kelompok 40 persen penduduk terbawah pada September 2025 tercatat sebesar 19,28 persen.
Jika dirinci, di daerah perkotaan angkanya sebesar 18,32 persen, sedangkan di daerah perdesaan mencapai 22,09 persen.
Data tersebut menunjukkan tren penurunan ketimpangan pengeluaran masyarakat Indonesia hingga September 2025, baik di tingkat nasional maupun wilayah perkotaan dan perdesaan.











