Bali Ocean Days 2026: Jaga Laut Sekarang, Biar Wisata Bahari Tetap Jalan Terus

Editor: AR Purba
Kamis, 5 Februari 2026 | 14:29 WIB
Bali Ocean Days 2026: Jaga Laut Sekarang, Biar Wisata Bahari Tetap Jalan Terus

astakom.com, Jakarta — Bali Ocean Days 2026 jadi penanda arah baru pariwisata Indonesia. Bukan lagi soal kejar angka kunjungan, tapi soal gimana laut tetap terjaga dan manfaat pariwisata benar-benar dirasakan masyarakat pesisir.

Pesan ini ditegaskan langsung oleh Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa saat membuka forum internasional tersebut di Jimbaran Convention Center, InterContinental Bali Resort, Jumat (30/1/2026).

Menurut Wamenpar, ekosistem laut kini bukan pelengkap, tapi fondasi utama buat masa depan pariwisata Indonesia yang berkelanjutan sekaligus siap bersaing di level global.

“Pariwisata Indonesia kini tidak lagi mengejar angka kunjungan semata, tetapi memastikan kontribusi nyata bagi perlindungan ekosistem laut dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal, khususnya di 10 Destinasi Prioritas dan 3 Destinasi Regeneratif,” ujar Ni Luh Puspa.

Pariwisata bahari kini mainnya terarah dan beraturan

Dalam forum Bali Ocean Days 2026, Wamenpar menjelaskan bahwa arah pariwisata berkelanjutan di Indonesia sudah punya pegangan regulasi yang jelas.

Pemerintah menyiapkannya lewat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2025 tentang Pariwisata, RIPPARNAS, serta Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 9 Tahun 2021 yang mengadopsi standar global Global Sustainable Tourism Council (GSTC).

Kerangka ini menegaskan bahwa pengembangan pariwisata harus berjalan seimbang: lingkungan tetap aman, nilai sosial budaya terjaga, dan manfaat ekonomi bisa dirasakan sekarang hingga generasi mendatang.

Desa pesisir naik kelas, ekonomi bahari ikut ngerasa

Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 70 persen wilayah berupa laut, Indonesia dinilai punya potensi besar di sektor pariwisata bahari. Kontribusinya pun sudah mulai terasa nyata, terutama di wilayah pesisir.

“Berdasarkan data kementerian, ekonomi bahari Indonesia telah menyumbang sekitar 5,9 miliar dolar AS pada 2024. Dari sekitar 12.000 desa pesisir, lebih dari 2.000 desa telah mengembangkan kegiatan pariwisata bahari,” kata Ni Luh Puspa.

Penguatan desa wisata pesisir ini menunjukkan bahwa wisata bahari bukan cuma soal destinasi keren, tapi juga penggerak ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.

Dari sampah laut sampai Waste-to-Energy, aksi nyata terus jalan

Di sisi lain, Wamenpar menyoroti tantangan besar yang masih dihadapi, terutama sampah dan limbah laut di kawasan wisata. Menurutnya, persoalan ini tidak bisa ditangani sendiri-sendiri, tapi butuh kerja bareng lintas kementerian dan pemerintah daerah.

Koordinasi terus diperkuat bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup, serta pemerintah daerah. Sejak 2025, berbagai agenda bersih-bersih laut dan edukasi masyarakat sudah digelar untuk menekan sampah dari hulu ke hilir.

Pemerintah juga menyiapkan langkah konkret lewat proyek waste-to-energy yang dijadwalkan mulai berjalan pada 2026 di tiga daerah, dengan Bali sebagai salah satu lokasi awal pada Maret 2026.

“Kami berharap langkah ini menjadi solusi konkret untuk mengatasi persoalan sampah sekaligus mendukung transisi menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan,” kata Ni Luh Puspa.

Bukan cuma destinasi cakep, Keamanan dan SDM juga digas pol

Di saat yang sama, Kementerian Pariwisata memperkuat manajemen destinasi berbasis risiko, Gerakan Wisata Bersih, keselamatan wisata bahari dan selam, hingga peluncuran Wonderful Indonesia Diving Directory untuk memperkuat kepercayaan wisatawan global. Peningkatan kualitas SDM pariwisata juga terus digenjot lewat sertifikasi dan pelatihan.

“Dengan berinvestasi pada kualitas sumber daya manusia, kami membangun kepercayaan wisatawan dan memastikan pertumbuhan pariwisata sejalan dengan kesiapan, profesionalisme, dan standar keselamatan yang tinggi,” ujar Wamenpar.

Menutup sambutannya, Wamenpar menegaskan bahwa Bali Ocean Days 2026 bukan sekadar forum diskusi, tapi ajakan buat bergerak bareng.

“Forum ini bukan sekadar wadah diskusi, melainkan seruan untuk bertindak. Pariwisata bahari berkelanjutan adalah tentang menjaga keselamatan, melindungi ekosistem laut, dan memberdayakan masyarakat pesisir sebagai penjaga utama kekayaan bahari bangsa,” tegasnya.

Gen Z Takeaway
Bali Ocean Days 2026 nunjukin kalau wisata bahari Indonesia sekarang nggak main-main. Laut dijaga serius, desa pesisir dilibatkan, sampah ditangani, dan kualitas destinasi diperkuat. Intinya jelas: kalau laut aman sekarang, wisata bahari bisa lanjut jalan terus ke masa depan

Bali Ocean Days 2026 forum Bali Ocean Days 2026 Kementrian Pariwisata Pariwisata Indonesia Wakil Menteri Pariwisata wisata bahari wonderful indonesia

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB