Level Up! Indonesia Economic Summit 2026: RI Masuk Radar Investor Dunia
astakom.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa stabilitas ekonomi Indonesia terus menjadi daya tarik utama bagi investor global. Meskipun dunia tengah dihadapkan pada ketidakpastian dan fragmentasi ekonomi internasional.
Pernyataan itu disampaikan dalam pidato pembukaannya di Indonesia Economic Summit (IES) 2026 di Jakarta.
Airlangga Hartarto mengatakan capaian pemerintah dari sisi negosiasi perdagangan sebagian besar telah diselesaikan termasuk dengan Amerika Serikat yang sudah hampir selesai.
"Sebagian besar negosiasi perdagangan telah diselesaikan, dengan Kanada, dengan Uni Eropa, dengan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU), dan kami sedang dalam proses menyelesaikan perjanjian perdagangan dengan Amerika Serikat," kata Airlangga dalam Indonesia Economic Summit (IES) 2026 di Jakarta, dikutip Rabu (4/2/2026).Pendanaan asing
Ia juga membeberkan berbagai komitmen pendanaan asing, seperti Just Energy Transition Partnership (JETP) senilai US$21,4 miliar. Realisasi pemanfaatannya mencapai sekitar 3,5 miliar dolar AS.Selain itu, disebutkan juga rencana investasi dari Australia, menjadi sinyal positif bagi kepercayaan investor global terhadap pasar Indonesia.
Certainty, capability, dan capital
Dalam forum yang sama, Arsjad Rasjid, Ketua Dewan Pengawas Indonesian Business Council, mengatakan fokus Indonesia tertuju pada pilar 3 C."Tujuan kami adalah memastikan Indonesia tetap atraktif, kompetitif, dan produktif. Fokus kami tertuju pada tiga pilar utama yakni Kepastian (Certainty), Kapabilitas (Capability), dan Modal (Capital)," ujar Arsjad.
Stabilitas, tarik investor
Denni Purbasari, Chief Economist Indonesian Business Council (IBC), menambahkan bahwa stabilitas pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,1–5,2 persen memperkuat daya tarik Indonesia bagi investor asing, baik lewat direct investment maupun portofolio."Komitmen pemerintah terhadap openness dan reform, kestabilan ekonomi makro dan politik, menjadi faktor yang menarik bagi investor asing untuk masuk, baik melalui direct investment maupun portofolio," kata Denni.
Dengan stabilitas ekonomi yang kuat, kemajuan dalam diplomasi perdagangan, dan pipeline investasi yang luas, Indonesia dipandang bukan hanya sebagai tujuan jangka pendek, tetapi juga sebagai mitra strategis jangka panjang bagi investor global.










