astakom.com, Jakarta – Bank Dunia (World Bank) menilai bahwa Danantara Indonesia berpotensi membantu meningkatkan daya tarik Indonesia di mata investor asing.
Pernyataan ini disampaikan oleh ekonom dari Bank Dunia dalam diskusi terkait kebutuhan investasi besar untuk pertumbuhan ekonomi nasional, di forum Indonesia Economic Summit (IES).
Lead Country Economist World Bank untuk Indonesia dan Timor Leste, David Knight, bilang kalau investasi asing sangat penting bagi percepatan pembangunan ekonomi.
Makanya, instrumen seperti Danantara bisa memainkan peran strategis dalam menarik modal global.
Menurut David, Danantara berperan sebagai mesin penarik investasi dan penyeimbang. Seperti yang diketahui, investasi di Indonesia kerap mengalami benturan.
Hambatan investor sebelum ada Danantara
David merasa upaya menarik investor besar sebelumnya sering mentok karena pelaku domestik di Indonesia cenderung terlalu hati-hati atau protektif terhadap perusahaan asing yang mau masuk. Akibatnya, investor asing merasa susah berkembang dalam skala besar.
Danantara hadir sebagai “penyeimbang” semacam jembatan atau pihak yang bikin kedua sisi lebih nyaman, sehingga investasi besar bisa jalan tanpa bikin salah satu pihak merasa dirugikan.
“Penyeimbang yang memiliki koneksi yang baik, dan demikian pula, pemerintah dapat memiliki kendaraan tersebut untuk menarik investasi asing karena jelas kedua entitas tersebut memiliki kepentingan yang kuat untuk berhasil,” kata David, dalam IES 2026, yang diadakan di Hotel Shangrila, Jakarta, dikutip pada Rabu (4/2/2026).
Danantara sebagai penyeimbang
Jika sebelumnya para investor kabur karena tidak ada penyeimbang, kini lewat Danantara investor asing lirik Indonesia sebagai sasaran investasi.
“Nah, itu tidak selalu berhasil, itulah sebabnya saya sebenarnya cukup bersemangat tentang Danantara,” jelas David.
David mengambil contoh perusahaan Telkomsel dan Freeport Indonesia, perusahaan-perusahaan ini pegang kendali keuangan dan keputusan bisnis sangat ketat, jadi ruang buat mitra asing ikut terlibat atau berperan lebih besar jadi terbatas.
Kontrol lokal kuat, ruang asing sempit
Dari sudut pandang investor asing, kondisi itu bikin mereka kurang leluasa berkembang, sulit punya pengaruh, dan potensi cuannya terasa lebih kecil, sehingga daya tarik investasinya menurun.
“Jika saya memikirkan Telkomsel dan Freeport, dua contoh hebat perusahaan kelas dunia di sini, dan apa yang telah mereka lakukan adalah mereka mampu mempertahankan entitas Indonesia yang memiliki kendali keuangan, tetapi mereka tetap membatasi kendali operasional dengan mitra asing,” katanya.
Danantara kelola aset, tarik minat investor global
Pendirian Danantara sendiri merupakan langkah strategis pemerintah Indonesia untuk mengelola aset negara secara profesional dan membuka peluang investor global ikut berinvestasi dalam proyek-proyek besar di dalam negeri.
Di sisi lain, CEO Danantara, Rosan Roeslani, juga menunjukkan respons positif dari pelaku asing terhadap kebijakan ekonomi dan perbaikan pasar modal Indonesia.
Dalam pernyataannya baru-baru ini, ia menyebut bahwa banyak investor asing yang menunjukkan sinyal positif terhadap langkah reformasi pasar modal yang sedang dijalankan oleh pemerintah dan Danantara bersama otoritas terkait.

