Jumat, 13 Mar 2026
Jumat, 13 Maret 2026

Bank Dunia: Danantara Buka Pintu Bagi Investor Asing ke Indonesia, RI Makin Menarik

astakom.com, Jakarta – Bank Dunia (World Bank) menilai bahwa Danantara Indonesia  berpotensi membantu meningkatkan daya tarik Indonesia di mata investor asing.

Pernyataan ini disampaikan oleh ekonom dari Bank Dunia dalam diskusi terkait kebutuhan investasi besar untuk pertumbuhan ekonomi nasional, di forum Indonesia Economic Summit (IES). 

Lead Country Economist World Bank untuk Indonesia dan Timor Leste, David Knight, bilang kalau investasi asing sangat penting bagi percepatan pembangunan ekonomi.

Makanya, instrumen seperti Danantara bisa memainkan peran strategis dalam menarik modal global.

Menurut David, Danantara berperan sebagai mesin penarik investasi dan penyeimbang. Seperti yang diketahui, investasi di Indonesia kerap mengalami benturan.

Hambatan investor sebelum ada Danantara

David merasa upaya menarik investor besar sebelumnya sering mentok karena pelaku domestik di Indonesia cenderung terlalu hati-hati atau protektif terhadap perusahaan asing yang mau masuk. Akibatnya, investor asing merasa susah berkembang dalam skala besar.

Danantara hadir sebagai “penyeimbang” semacam jembatan atau pihak yang bikin kedua sisi lebih nyaman, sehingga investasi besar bisa jalan tanpa bikin salah satu pihak merasa dirugikan.

“Penyeimbang yang memiliki koneksi yang baik, dan demikian pula, pemerintah dapat memiliki kendaraan tersebut untuk menarik investasi asing karena jelas kedua entitas tersebut memiliki kepentingan yang kuat untuk berhasil,” kata David, dalam IES 2026, yang diadakan di Hotel Shangrila, Jakarta, dikutip pada Rabu (4/2/2026).

Danantara sebagai penyeimbang

Jika sebelumnya para investor kabur karena tidak ada penyeimbang, kini lewat Danantara investor asing lirik Indonesia sebagai sasaran investasi.

“Nah, itu tidak selalu berhasil, itulah sebabnya saya sebenarnya cukup bersemangat tentang Danantara,” jelas David.

David mengambil contoh perusahaan Telkomsel dan Freeport Indonesia, perusahaan-perusahaan ini pegang kendali keuangan dan keputusan bisnis sangat ketat, jadi ruang buat mitra asing ikut terlibat atau berperan lebih besar jadi terbatas.

Kontrol lokal kuat, ruang asing sempit

Dari sudut pandang investor asing, kondisi itu bikin mereka kurang leluasa berkembang, sulit punya pengaruh, dan potensi cuannya terasa lebih kecil, sehingga daya tarik investasinya menurun.

“Jika saya memikirkan Telkomsel dan Freeport, dua contoh hebat perusahaan kelas dunia di sini, dan apa yang telah mereka lakukan adalah mereka mampu mempertahankan entitas Indonesia yang memiliki kendali keuangan, tetapi mereka tetap membatasi kendali operasional dengan mitra asing,” katanya.

Danantara kelola aset, tarik minat investor global

Pendirian Danantara sendiri merupakan langkah strategis pemerintah Indonesia untuk mengelola aset negara secara profesional dan membuka peluang investor global ikut berinvestasi dalam proyek-proyek besar di dalam negeri.

Di sisi lain, CEO Danantara, Rosan Roeslani, juga menunjukkan respons positif dari pelaku asing terhadap kebijakan ekonomi dan perbaikan pasar modal Indonesia.

Dalam pernyataannya baru-baru ini, ia menyebut bahwa banyak investor asing yang menunjukkan sinyal positif terhadap langkah reformasi pasar modal yang sedang dijalankan oleh pemerintah dan Danantara bersama otoritas terkait.

Gen Z Takeaway
World Bank bilang Danantara bisa jadi magnet buat investor asing masuk Indonesia. Platform ini diposisikan sebagai “bridge” antara pelaku lokal yang protektif dan investor global yang pengen scale up. Goal-nya simpel: bikin big money feel safe, nyaman, dan ready gas ke proyek-proyek besar RI.

Feed Update

Drama Selat Hormuz: Dua Kapal Pertamina Masih Hold di Teluk, Pemerintah Gaspol Negosiasi

astakom.com, Jakarta - Dua kapal Pertamina, yaitu VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih berada di zona konflik Timur Tengah (Timteng). Pemerintah saat ini terus bernegosiasi...

APBN Defisit Rp135,7 Triliun di Triwulan I 2026, Purbaya Sebut Masih Terkendali

astakom.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sampai Februari 2026 dalam gelaran konferensi pers...

Harga Emas Kompak Drop, Antam Turun Rp45 Ribu

astakom.com, Jakarta - Harga emas hari ini Kamis (12/3/2026) kompak turun. Untuk emas antam turun Rp45.000 jadi Rp3.042.000 per gram, dari harga sebelumnya 11...

Genap Setahun, Rosan: Danantara Jadi Kekuatan RI Hadapi Tensi Geoekonomi Global

astakom.com, Jakarta - Dalam rangka tasyakuran satu tahun Danantara, CEO Danantara Rosan Roeslani menyampaikan pesan menyentuh tentang keberadaan Danantara. Rosan menyebut dalam satu tahun adanya...

Komisi XI DPR Umumkan 5 Anggota DK OJK, Friderica Jadi Ketua

astakom.com, Jakarta - Setelah melalui uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) kepada 10 calon Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK), Komisi...

Positif! Kuartal I 2026: Indikator Ekonomi Domestik Ekspansi Kuat, Purbaya: Tetap Waspadai Ketidakpastian Global!

astakom.com, Ekbis- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa ekonomi Indonesia tengah mengalami ekspansi yang kuat pada kuartal I awal tahun 2026 ini. Indikator...