Ternyata, Gagasan Prabowo Soal ” Indonesia Asri” Selaras dengan Ekotologi Kemenag, Simak Penjelasannya!
astakom.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta semua pimpinan lembaga negara dan kepala daerah untuk berpartisipasi dalam mengatasi masalah sampah secara menyeluruh, dengan mengenalkan Gerakan "Indonesia Asri".
Melansir astakom.com pada Selasa, (3/1/2026) sebelumnya diberitakan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengingatkan para kepala daerah tentang ancaman darurat sampah.
Intruksi Presiden Prabowo 'Indonesia Asri'
Presiden menyebut "sampah itu bencana" dan "sampah itu penyakit" yang tidak hanya merusak pemandangan tetapi juga kesehatan bangsa."Saya perintahkan para pimpinan kementerian dan lembaga untuk bersih-bersih. Kalau bisa setiap hari 30 menit sebelum masuk kantor, kita pastikan lingkungan kerja bersih dan asri," tegas Presiden Prabowo memberikan instruksi langsung.
Respon Kemenag, Integrasi Nilai Spiritual dan Alam
Kementerian Agama menerima instruksi presiden ini dengan baik. Konsep "Indonesia Asri" menggabungkan konsep ekoteologi.Menurut Kemenag, nilai-nilai spiritual harus ditunjukkan dalam menjaga lingkungan, bukan hanya tindakan fisik.
Ekoteologi mengatakan bahwa agama harus mengatur hubungan manusia dengan alam semesta dan Tuhan serta sesama manusia.
Aksi Nyata, Perang Terhadap Plastik Sekali Pakai
Kementerian Agama sebenarnya telah memulai langkah-langkah konkret menuju visi tersebut.Jauh sebelum undang-undang ini digemakan, Kemenag melakukan kebijakan progresif untuk secara bertahap mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, terutama di antara karyawan Kemenag pusat dan daerah.
Kebijakan pengurangan sampah plastik ini menunjukkan bahwa Kemenag serius mendidik aparatur sipilnya tentang kelestarian lingkungan dengan melakukan tindakan kecil tetapi signifikan.
Pemanfaatan Jaringan KUA dan Madrasah
Kemenag juga memanfaatkan prinsip ekoteologi ini sebagai tindakan strategis untuk mengatasi masalah degradasi lingkungan dan perubahan iklim.Kemenag memiliki "pasukan" yang signifikan untuk mengimplementasikan pesan "Indonesia Asri" dengan struktur organisasi yang mencakup seluruh negeri melalui Kantor Urusan Agama (KUA), madrasah, dan perguruan tinggi keagamaan.
Setiap mimbar agama dan kurikulum pendidikan akan terus menyertakan materi yang berkaitan dengan lingkungan.











